5 Kelebihan Timnas Indonesia di Mata Rudy Keltjes

Rudy William Keltjes Bingung PSSI Belum Tunjuk Pelatih Timnas U-19Di babak penyisihan Piala AFF 2016, Timnas Indonesia menghadirkan kejutan. Dikepung tim-tim besar dengan reputasi mengilap, Boaz Solossa dkk. justru melenggang ke babak semifinal dengan menyisihkan tuan rumah Filipina dan pengoleksi empat gelar ajang tersebut, Singapura.

Terlepas lolosnya Indonesia ke semifinal karena pada laga terakhir babak penyisihan Grup A, Filipina tumbang 0-1 di tangan Thailand. Hasil ini bisa dibilang mengejutkan karena Timnas Indonesia sempat absen sekitar setahun lebih dari berbagai ajang internasional akibat sanksi yang dijatuhkan FIFA.

Kemenangan Indonesia 2-1 dari Singapura di laga terakhir merupakan penegasan bahwa lolosnya Indonesia ke semifinal bukan karena keberuntungan semata. Bahkan jika dilihat dari dua pertandingan sebelumnya, Indonesia memang pantas mendampingi Thailand ke simifinal.

Dibanding Flipina dan Singapura, rataan gol Indonesia masih lebih baik, dua gol di setiap pertandingan. Indonesia sendiri mencatatkan sebagai tim yang bisa membobol gawang Thailand dua kali, meski mereka juga kemasukan empat gol.

Filipina dan Singapura tidak mampu menjebol gawang Thailand. Keduanya kalah 0-1 di tangan tim berjulukan The War Elephants itu. Satu-satunya kekurangan Indonesia terletak di pertahanannya. Tim besutan Alfred Riedl menjadi kontestan Grup A yang paling banyak kebobolan, tujuh kali kemasukan. Sementara Filipina dan Singapura sama-sama tiga kali kemasukan.

Pelatih kawakan Indonesia, Rudy Keltjes menyebutkan 5 kelebihan Tim Garuda yang menjadi kunci sukses Indonesia sejauh ini. Bahkan jika semua kelebihan ini dtingkatkan lagi, ia yakin Indonesia bisa melaju hingga ke final.

Apa saja itu? Berikut 5 kelebihan Timnas Indonesia yang menonjol di mata mantan pelatih Persebaya, Persipura, PSMS Medan dan Penasihat Teknis Timnas U-19 era Indra Sjafri selama mereka berkiprah di ajang Piala AFF 2016 kali ini.

Semangat tempur para pemain Indonesia luar biasa. Di tiga pertandingan babak penyisihan lalu, semangat tak mau kalah ditunjukkan Boaz Solossa dkk. Lebih hebat lagi, fighting spirit anak buah Alfred Riedl tak mengendur hingga akhir laga.

Hal ini yang membuat timnas sulit ditaklukkan semua lawan-lawannya. Mental seperti inilah yang menyebabkan Indonesia tampil berbeda di Piala AFF kali ini. Jika hal ini mereka pertahankan di babak semifinal, tak menutup kemungkinan Indonesia bisa menaklukkan Vietnam dan melaju ke final.

Kreatif dan Kompak

Meski persiapan mereka sangat mepet, Indonesia tampak kreatif dan kompak, khususnya ketika menyerang. Kerja sama para pemain dari tengah ke depan sangat bagus, tidak monoton. Mereka juga jeli dalam melihat celah di pertahanan lawan.

Ini tak lepas dari kemampuan pelatih dalam memilih pemain yang sesuai dengan skema dan pola main yang ia terapkan. Hasilnya bisa dilihat sendiri, Indonesia tak pernah kehabisan cara untuk menciptakan peluang sekaligus menjebol gawang lawan.

Para pemain Indonesia sangat tajam dalam menyelesaikan peluang. Rataan dua gol di setiap pertandingan menjadi bukti bahwa mereka sangat produktif. Hampir semua pemain yang beroperasi di setiap lini bisa mencetak gol.

Jika ditingkatkan lagi, siapa pun lawan yang dihadapi Timnas, pasti bakal kesulitan menghindari ketajaman para pemain Indonesia.

Cepat

Kecepatan para pemain Indonesia tak perlu diragukan. Tiga lawan yang mereka hadapi sudah merasakan betapa sulitnya menahan laju para pemain Indonesia. Kecepatan ini pula yang menjadi senjata ampuh Indonesia dalam menggempur pertahanan lawan, baik dari skema serangan biasa maupun serangan balik.

Percaya Diri

Meski mayoritas para pemain timnas dihuni pemain debutan, kepercayaan diri para pemain Indonesia cukup bagus. Mereka tidak canggung bertemu lawan yang lebih berpengalaman di ajang internasional. Hal ini sudah mereka tunjukkan di tiga pertandingan babak penyisihan.

Kalau pun kalah telak dari Thailand bukan berarti mereka kurang percaya diri, namun karena kelas pemain Thailand memang di atas Indonesia, baik dari individu maupun secara tim.