Kurnia Meiga Jadikan Haters untuk Memotivasi Diri

kurnia-meiga-jadikan-haters-untuk-memotivasi-diriKiper timnas Indonesia Kurnia Meiga bukan cuma termotivasi dukungan keluarga. Kritikan dan cibiran dari para pembenci (haters) pun ia jadikan untuk memotivasi diri.

Kurnia Meiga menjadi kiper andalan ‘Skuat Garuda’ di Piala AFF 2016 ini. Ia rutin mengawal gawang Indonesia dalam tiga pertandingan fase grup lalu. Cibiran para haters ikut mengiringi performanya itu.

Salah satu amunisi yang digunakan haters untuk mencibir Kurnia Meiga adalah fakta bahwa Indonesia sudah kebobolan tujuh gol selama fase grup, termasuk saat kalah 2-4 dari Thailand dan berimbang 2-2 dengan Filipina.

Pun begitu, pria bernama lengkap Kurnia Meiga Hermansyah itu memperlihatkan bahwa dirinya masih layak dipercaya di bawah mistar gawang Indonesia dengan sejumlah penyelamatan penting saat menang 2-1 lawan Singapura.

“Ya, kalau saya menganggap itu (haters) sebagai motivasi saya,” kata Meiga saat dihubungi detikSport, Senin (28/11/2016).

“Kritikan itu kan jadi masukan untuk kita juga. Mungkin ada yang pro dan kontra dan itu biasa terjadi. Jadi saya menanggapinya dengan positifnya saja,” imbuhnya.

Bukannya mau mencari pembelaan, ia pun menuturkan bahwa awal kurang mulus timnas Indonesia di Piala AFF kali ini tidaklah lepas dari masa persiapan yang belum maksimal. Apalagi ini menjadi turnamen pertama timnas senior selepas sanksi FIFA dicabut.

“Kita kan kumpul belum begitu lama. Lalu kita juga ikut pertandingan internasional baru beberapa karena sanksinya baru dicabut oleh FIFA. Mungkin juga ada masa transisi makanya masih butuh waktu lama,” lanjutnya menyoal evaluasi semua pertandingan.

Setelah memastikan tiket ke semifinal Piala AFF, Meiga dan para pemain timnas diberikan waktu libur selama tiga hari. Pemain Arema Cronus itu memilih kumpul dengan keluarga–yang menjadi sumber utama inspirasi dan motivasinya.

“Kumpul-kumpul sama keluarga saja. Banyak sharing-sharing sambil tenangkan diri supaya saat pemanggilan lagi tanggal 29 November bisa fokus kembali lagi,” ungkap Meiga.

“Ya, kita walaupun ada yang pro dan kontra, tetapi orang tua, istri, anak kan memotivasi kita. Di luar kita, mereka kan juga membantu dalam doa. Jadi support lebih-lah buat saya,” sebutnya.