Gabung Latihan Arema Lagi, Ahmad Nufiandani Coba Hilangkan Trauma

Ahmad Nufiandani Dukung Pangkostrad Jadi Ketua Umum PSSIKabar gembira diterima Arema Cronus jelang pekan ke-30 Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo. Satu pemain sayap terbaik Arema, Ahmad Nufiandani, sudah bergabung dalam sesi latihan.

Namun, bukan berarti serta-merta Ahmad Nufiandani bisa langsung disiapkan untuk pertandingan melawan PS TNI di Stadion Kanjuruhan, Jumat (25/11/2016). Sebab, pemain yang akrab disapa Dani itu hanya ikut pemanasan. Ketika tim latihan gim, Dani berada di pinggir lapangan.

“Dani masih belum disiapkan untuk pertandingan terdekat. Kami belum tahu kapan dia akan bermain lagi. Tergantung dengan proses pemulihan cederanya,” kata asisten pelatih Arema, Joko Susilo.

Dani mengalami cedera lutut kiri di putaran pertama TSC saat Arema melawan Persela Lamongan, 16 Juli 2016. Selama enam bulan dia coba memulihkan cedera ACL di lutut kanannya. “Doakan saja biar lekas sembuh. Sekarang sudah mulai berani latihan lagi,” kata Dani.

Mantan pemain Persijap Jepara ini sebenarnya sudah mulai mengembalikan kondisi fisiknya. Hanya, persoalan trauma juga masih menghantuinya terutama saat akan melakoni duel dengan pemain lain.

Wajar karena dalam setahun terakhir Dani mengalami cedera parah yang sama di dua lututnya. “Dulu lutut kanan, sekarang yang kiri. Semoga saja segera kembali main,” harap eks pemain Timnas U-23 di SEA Games 2015 itu.

Tentu sangat riskan jika menurunkan Dani saat trauma masih belum hilang karena lima pertandingan sisa, Arema berharap semua pemain bisa fight. Itu demi gelar juara TSC, yang bisa diraih jika Singo Edan melakukan sapu bersih.

Sebagai perbandingan, pemain sayap Arema lainnya, Dendi Santoso, sempat mengalami trauma berat karena cedera patah tulang fibula. Ketika sudah pulih, butuh waktu hampir dua bulan hanya untuk menghilangkan trauma.

Bisa jadi Ahmad Nufiandani mengalami nasib sama karena tim pelatih Arema tidak ingin berjudi dengan traum yang dialami Dani lantaran trauma akan membuat performa pemain kurang maksimal.