Asprov PSSI Jatim Enggan Disalahkan soal Persebaya

asprov-pssi-jatim-enggan-disalahkan-soal-persebaya

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) tidak memasukkan klub Persebaya 1927 ke kompetisi Liga Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur, Bambang Pramukantoro, pun enggan disalahkan terkait perihal tersebut.

“Kami sudah berusaha, beruapaya menyuarakan Persebaya agar dimasukkan ke kompetisi. Tapi apa daya, kita kalah voting,” kata Bambang ketika dikonfirmasi, Senin (14/11/2016).

Menurut Bambang, pihaknya berjuang keras untuk mengakomodir keinginan Persebaya terkait statusnya dalam keanggotaan PSSI dalam kongres yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Kamis, 10 November 2016. Namun, meski Asprov Jatim telah mendesak dengan menyuarakan pada voting, tak membuahkan hasil.

“Sebanyak 84 voter tidak setuju untuk membahas agenda lain selain pemilihan ketua umum. Kami sudah mengusulkan, tapi voter yang setuju membahas Persebaya hanya 10 voter saja, yang lain tidak setuju. Masa iya saya harus teriak-teriak, ntar saya dikira orang gila,” katanya.

Bambang mengaku sangat memahami apa yang dirasakan Bonek saat ini. Kecewa terhadap PSSI atas janji palsu yang sebelumnya dijanjikan kepada Persebaya khususnya Bonekmania. “Tapi kami harap bonek jangan berkecil hati. Ini bukan akhir dari segalanya. Kami akan coba komunikasikan lagi dengan PSSI di Jakarta,” tutur Bambang.

Kongres PSSI 2016 memberikan hasil yang mengecewakan sejumlah individu dan klub yang berharap bisa lepas dari sanksi yang dijatuhkan PSSI. Persebaya 1927 adalah salah satu klub yang mengharapkan hal tersebut.

Selain Persebaya, Persema, Persibo Bojonegoro, Persipasi Kota Bekasi, Persewangi Banyuwangi dan Lampung FC merupakan enam klub yang berstatus terhukum, lantaran dianggap melanggar ketentuan PSSI.

Namun, keenam klub ini sempat mendapat angin segar lantaran Komite Eksekutif PSSI sempat mengatakan bahwa status “terhukum” mereka telah dipulihkan. Selanjutnya, pemulihan status mereka akan disahkan pada Kongres 10 November lalu.

Tak hanya itu, pemerintah melalui Menpora Imam Nahrawi juga sempat menjanjikan untuk menuntaskan kasus Tim Bajul Ijo di forum tertinggi sepak bola nasional itu. Namun, janji Menpora maupun PSSI hanyalah isapan jempol semata.

loading...