Kurniawan Tak Sakit Hati Meski Tak Dapat Suara di Kongres PSSI

kurniawan-dwi-yulianto

Kurniawan Dwi Yulianto mengaku tak sakit hati meski gagal meraih suara dalam Kongres Pemilihan Ketua Umum (Ketum) PSSI. Dia berharap ketum terpilih dapat membawa perubahan di tubuh organisasi PSSI.

Dalam Kongres Pemilihan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (10/11), Kurniawan kalah bersaing dengan ketua terpilih, Edy Rahmayadi. Dari 107 voters atau pemilik suara PSSI, tak ada satu pun yang memilih mantan kapten tim nasional (timnas) Indonesia itu.

Catatan perolehan suara: Edy Rahmayadi 76 suara, Moeldoko 23 suara, Eddy Rumpoko 1 suara, Bernhard Limbong 0 suara, Sarman El Hakim 0 suara, Kurniawan Dwi Yulianto 0 suara, serta Suara Tidak Sah 7 suara.

Meski pun gagal meraih suara, Kurniawan paling tidak sudah tahu bahwa masyarakat Indonesia menginginkan dia menjadi ketum PSSI. Berdasarkan polling di media sosial, nama Kurniawan berada di nomor satu.

“Gak masalah buat saya, artinya voters punya penilaian tersendiri dalam memilih. Tapi buat saya hasil voting di masyarakat sudah membuktikan bahwa memang masyarakat menginginkan perubahan dan itu cukup buat saya,” ujar Kurniawan kepada Bola.net, Minggu (13/11).

Kurniawan pun berharap di kepengurusan baru ini PSSI serius membenahi sepakbola Indonesia di segala aspek. Sebab, sudah lama sekali Indonesia tidak pernah berprestasi.

“Semoga di kepengurusan baru PSSI bisa membuat perubahan sesuai ekspektasi dari para masyarakat dan kita semua harus men-support serta mendoakan mereka demi sepakbola bangsa ini,” tutupnya.¬† (fit/shd)