Tinggalkan TSC, Hendro Siswanto Berjuang Sembuhkan Cedera Lutut

Cedera Kambuh, Hendro Siswanto Siap Patuhi Saran DokterDua setengah bulan sudah dilewati gelandang Arema Cronus, Hendro Siswanto, untuk pemulihan cedera lutut kanannya. Tetapi, ternyata hingga kini dia tidak kunjung bisa bermain lagi.

Padahal, setelah pertandingan putaran pertama Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo melawan Sriwijaya FC (14/8/2016), Hendro divonis harus istirahat dua bulan saja.

“Sekarang sudah lewat dua bulan. Sejak dua minggu terakhir saya pemulihan di Jakarta,” kata Hendro.

Pemain kelahiran Tuban, 26 tahun silam mengikuti jejak sahabatnya, Dendi Santoso, yang melakukan pemulihan di Jakarta selama sebulan sebelum kembali merumput ke lapangan lagi.

Mereka ditangani rehab trainer yang sama, yaitu Harmun Agussocha yang merupakan mantan fisioterapi Timnas U-23 dan Arema Cronus. Di sana, Hendro mendapatkan program pemulihan cedera hingga mengembalikan kondisi fisiknya. Dia memilih pemulihan di sana karena memang keduanya sudah kenal baik di timnas maupun Arema.

“Masih belum tahu estimasinya berapa lama Hendro di sini (Jakarta). Dia minta sampai sembuh. Perkiraan awal, kurang lebih tiga bulan. Tapi bisa lebih, tergantung pada respons tubuh Hendro sendiri karena respons tubuh setiap orang berbeda,” kata rehab trainer yang akrab disapa Ocha itu.

Artinya, TSC 2016 sudah berakhir bagi Hendro karena ajang itu menyisakan dua bulan lagi. Sedangkan gelandang pekerja keras ini diprediksi baru pulih pada Januari 2017.

Hendro mengaku enggan memaksa diri untuk segera kembali ke lapangan. Sebab, dia ingin pulih 100 persen lebih dulu mengingat cedera lutut berkepanjangan ini merupakan akibat dari memaksa diri. “Saya tidak mau paksa lagi. Sekarang pemulihan sekaligus persiapan untuk musim depan saja,” imbuhnya.

Di Jakarta, keseharian Hendro Siswanto kini berkutat di area fitnes Storm Club di daerah Puri Kembang, Jakarta Barat. Selain itu dia juga melakukan terapi air di tempat lain. Selama menjalani pemulihan di ibukota, Hendro ditemani istri sekaligus penyemangat pribadinya.