Kurang Sreg Bek Tengah Jerman, Aji Santoso Pilih Benteng Brasil

bek-asal-brasil-paulo-eduardo

Persela Lamongan terus merotasi komposisi bek tengah. Sepanjang Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 digelar sudah tiga kali tim asal Kota Soto ini diperkuat centre back asing, yakni Kristian Adelmund, Romeo Filipovic, dan sekarang Paulo Eduardo Lima. Persela menjadi tim paling sering mengganti pemain asing di posisi bek tengah.

Paulo Eduardo adalah bek asal Brasil pilihan pelatih anyar Aji Santoso yang belum pernah dimainkan di ISC A 2016. Pelatih yang baru mengawal Laskar Joko Tingkir di satu laga lawan Persija Jakarta ini kurang cocok dengan bek sebelumnya asal Jerman, Romeo Filipovic.

Rencananya Eduardo bakal dimainkan pada lanjutan ISC A 2016 kontra Persipura Jayapura di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu (31/9/2016). Aji meyakini secara teknis, mental dan fisik, Eduardo yang datang jelang laga kontra Persija lalu sudah siap mengemban tugas di pertahanan.

“Kondisinya semakin bagus dan Paulo Eduardo sudah bekerja keras menyesuaikan diri dengan strategi tim. Kelihatannya dia sudah siap dimainkan lawan Persipura Jayapura nanti. Semoga dia bisa membuat lini belakang bertambah solid,” terang Aji Santoso.

Dengan demikian Persela memiliki empat bek tengah murni, yakni Paulo Eduardo, Ramadhan Sahputra, Mahrus Bachtiar, serta Zaenal Haq. Aji belum memberikan kepastian siapa di antara mereka yang akan berduet atau menjadi pilihan utama di jantung pertahanan.

“Saya akan bertindak fair dalam pemilihan pemain. Artinya tidak berdasar siapa atau pengalamannya, tapi benar-benar memperhitungkan siapa yang siap bermain. Saya rasa empat bek yang kami miliki mempunyai kualitas bagus,” demikian penilaian Aji Santoso.

Persela bakal menghadapi laga berat kontra tim papan atas Persipura Jayapura di pekan selanjutnya. Sebuah misi yang cukup sulit karena pelatih tidak hanya mempersiapkan aspek teknis atau strategi saja, tetapi juga mental pemainya yang masih sulit meraih kemenangan.

Aji terus mencoba memotivasi timnya agar bisa bangkit dari papan bawah klasemen. Terutama menghadapi fakta bahwa Persela tak akan bisa bermain di Stadion Surajaya setidaknya di empat laga home karena stadion direnovasi.