Didesak Mundur Suporter, Ini Reaksi Liestiadi

Didesak Mundur Suporter, Ini Reaksi Liestiadi

Pelatih Persegres Gresik United, Liestiadi tetap kalem meski ia didesak mundur oleh kalangan suporter Persegres, Ultras Gresik. Liestiadi menganggap arek-arek Ultras tidak tahu masalah besar yang melanda tim berjuluk Laskar Joko Samudro ini.

Puncak kekecewaan Ultras Gresik terjadi ketika Persegres ditahan imbang Semen Padang dengan skor 1-1, Minggu (28/8) petang. Ultras mendengungkan desakan untuk memecat Liestiadi mulai pertandingan berlangsung, hingga laga berakhir.

Bahkan ketika meladeni tanya jawab dengan awak media, nyanyian Ultras yang menyudutkan Liestiadi, masih terdengar nyaring hingga ke ruang konferensi pers. Liestiadi kalem menanggapi hal ini. Ia merasa kejadian seperti itu sudah lumrah dalam dunia sepakbola.

“Mereka kan tidak tahu global problem dari tim ini. Dari mulai persiapan, cari pemain, semua itu perlu proses,” ucap Liestiadi.

‪”Dan seperti yang Anda ketahui, waktu memanggil saya, manajemen mengatakan bahwa ini sekadar turnamen. Karena kita tidak tahu apakah turnamen ini bisa berlanjut sampai satu musim. Karena kejadian tahun lalu kita tiga kali main langsung di-stop,” sambungnya.

Liestiadi menegaskan bahwa ia memiliki cita-cita yang sama dengan suporter, yakni memenangkan pertandingan. Sayang Persegres benar-benar sedang terpuruk di putaran pertama. Laskar Joko Samudro baru tiga kali menang dalam 17 pertandingan. Mereka berada di posisi 16, atau tiga terbawah.

“‪Dalam hal ini mereka mungkin ingin menang. Saya pun juga ingin menang,” pungkasnya. (faw/pra)