4 Besar Putaran Pertama Bukan Target Muluk-muluk bagi Persib

Penggawa Persib Bandung Diberi Pekerjaan Rumah Jelang Lawan Persija Jakarta

Sebanyak 9 laga Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 telah dilakoni Persib. Sejauh perjalanan itu, Maung Bandung masih berada di urutan ke-9 klasemen sementara dengan koleksi 13 poin dari 3 kali menang, 4 kali seri, dan 2 kali kalah.

Meski tak buruk, semua pihak sepertinya sepakat hasil itu masih belum optimal untuk sang Pangeran Biru yang sudah menyabet sederet trofi bergengsi dalam dua tahun terakhir. Tak heran jika perjalanan Persib di separuh putaran pertama ISC diwarnai berbagai dinamika.
Kekalahan pertama dengan skor telak 1-4 dari Bhayangkara Surabaya United, 11 Juni 2016, menjadi klimaks kekecewaan bobotoh. Desakan mereka pun membuat Dejan Antonic mundur dari kursi pelatih.

Sentuhan caretaker Herrie Setyawan membawa angin segar dengan kemenangan 2-1 atas Mitra Kukar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 18 Juni 2016. Sayangnya, dewi fortuna masih belum berpihak pada Herrie dan Persib ketika melawat ke kandang Persegres Gresik United sepekan kemudian.

Meski demikian, upaya Herrie pantas diacungi jempol karena berhasil mengembalikan kekompakan tim di dalam dan di luar lapangan sehingga menjadi landasan yang cukup baik untuk menyambut kembalinya sang maestro Djadjang Nurdjaman.

Skuat dengan 28 pemain pun akhirnya tak menjadi kendala berarti bagi Djadjang untuk membawa Persib kembali ke garis start lintasan kemenangan. PSM Makasar menjadi korban pertama Persib bersama pelatih legendaris itu.

Melakukan rotasi di lini depan, Djadjang membawa Maung Bandung mencetak 3 gol ke gawang PSM Makasar di GBLA, 2 Juli 2016 lalu. Meskipun kecolongan 2 gol, kemenangan itu menjadi rekor produktifitas tertinggi Persib selama gelaran ISC 2016.

Optimisme pun muncul di kalangan bobotoh dan manajemen. Bahkan, Manajer Persib Umuh Muchtar tak ragu menetapkan target “4 Besar” bagi Maung Bandung pada akhir putaran pertama.

Umuh menegaskan, ia tak mau menetapkan target muluk-muluk untuk langsung memuncaki klasemen. “Asal jangan di bawah ‘4 Besar’, itu juga sudah bagus. Namun yang namanya main bola, masih ada kemungkinan tim yang tidak diprediksi malah bisa juara,” katanya.

Target Umuh memang cukup masuk akal. Soalnya perolehan poin Persib dengan Arema Chronos sebagai pemuncak klasemen saat ini cukup jauh.

Arema sudah mengantongi 20 poin atau terpaut 7 poin dari Persib. Untuk menyalip Arema, Persib harus memenangi tiga laga dengan syarat Arema tiga kali kalah.

Begitu juga dengan Sriwijaya FC dan Madura United yang bertengger di peringkat 2 dan 3. Sama-sama mengantongi 18 poin, kedua tim itu akan sulit dikejar oleh Persib pada sisa putaran pertama.

Sementara peringkat ke-4 yang kini diduduki Pusamania Borneo FC dengan koleksi 15 poin, sepertinya tak terlalu sulit direbut. Perbedaan poin tipis membuat Persib memiliki peluang besar menggeser PBFC dan 4 tim pesaing lainnya.