Pelatih Persipura Cuma Punya 5 Hari Rayakan Lebaran

jafri-sastra_eeceb04

Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari. Seluruh masyarakat Indonesia biasanya menjadikan momen ini untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Tak terkecuali bagi para insan sepakbola tanah air.

Salah satu yang punya rutinitas mudik lebaran adalah pelatih Persipura Jayapura, Jafri Sastra. Pria yang akrab disapa Coach Jafri ini, berencana akan merayakan lebaran bersama keluarga besarnya di Payakumbuh, Sumatera Barat.

Pria kelahiran Payakumbuh, 23 Mei 1965 ini berencana akan mudik pada tanggal 4 Juli 2016 mendatang. Saat ini, Coach Jafri masih fokus membawa timnya melakoni persiapan jelang laga berat kontra Sriwijaya FC (SFC) di pekan ke-9 Torabika Soccer Championship (TSC).

Beruntung bagi Coach Jafri, laga kontra SFC akan digelar di Stadion Gelora Jaka Baring, Palembang, 3 Juli 2016. Ini berarti, Coach Jafri tak perlu menghabiskan waktu lama untuk mudik, lantaran jarak Palembang-Payakumbuh tak terlalu jauh.

Coach Jafri memang tidak perlu terbang jauh dari Jayapura, untuk bisa bertemu dengan sanak keluarganya di Sumatera Barat. Namun, ia hanya punya waktu sekitar lima hari saja untuk berkumpul dengan keluarga dan sahabatnya karena harus kembali ke Malang jelang laga kontra Pusamania Borneo FC (PBFC).

“Rencananya usai pertandingan (melawan SFC) saya mau pulang dulu ke Payakumbuh tanggal 4 (Juli 2016). Setelah itu, saya harus balik lagi ke Malang, untuk latihan lagi sama anak-anak jelang pertandingan lawan (Pusamania) Borneo FC,” kata Jafri kepada VIVA.co.id

Jafri mengungkap, biasanya ia menghabiskan waktu kumpul keluarga selama lebaran untuk bersilaturahmi seperti orang kebanyakan. Ia juga selalu menyempatkan bermain sepakbola bersama sahabat-sahabtnya di masa muda.

Untuk lebaran kali ini, Coach Jafri bersyukur sepakbola Indonesia sudah kembali bergairah. Berkaca pada lebaran tahun lalu saat kompetisi ISL masih terhenti, Coach Jafri mengucap syukur bisa kembali pada profesinya sebagai pelatih.

“Ya, biasa lah. Kumpul sama keluarga, makan lontong gulai. Dan saya biasanya suka sempatkan ketemu sama teman-teman lama dan main bola,” lanjut Jafri.

“Pastinya saya bersyukur lebaran kali ini kompetisi sudah ada lagi. Kalau tahun lalu, setelah saya dipecat saya menganggur saja. Memang lebih punya banyak waktu penuh sama keluarga, tapi kan tidak jelas ke depannya bagaimana. Alhamdulillah, lebaran kali ini kompetisi sudah ada lagi, dan masih bisa dapat kesempatan merayakan lebaran sama keluarga lagi,” jelasnya.