The Jakmania Tak Persoalkan Hukuman Dari PT GTS

The Jakmania Tak Persoalkan Hukuman Dari PT GTS

Suporter Persija Jakarta, The Jakmania harus menerima kenyataan pahit akibat kerusuhan yang terjadi dalam laga melawan Sriwijaya FC, Jumat (24/6) dalam laga lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.

PT Gelora Trisula Semesta (GTS) memutuskan The Jakmania dihukum dilarang masuk ke dalam stadion. Hukuman ini berlangsung sampai akhir kompetisi TSC 2016. Namun, mereka masih bisa menyaksikan laga Persija dengan status penonton biasa serta menanggalkan identitas sebagai suporter Macan Kemayoran atau Jakmania.

Jakmania menerima hukuman tersebut. Hukuman ini jadi bahan sebagai instropeksi bagi pengurus dan anggota The Jakmania untuk konsolidasi dan berbenah diri guna memperbaiki citra The Jakmania.

Hal ini disampaikan melalui pernyataan sikap yang disebar kepada awak media pada Kamis (30/6)

Sebelumnya akibat kerusuhan setidaknya delapan orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tiga diantaranya berhubungan dengan pengeroyokan, perusakan, adapun lima lain terkait hate speech atau ujaran kebencian.

Pernyataan Sikap Pengurus The Jakmania

Kami pengurus menyampaikan pernyataan sikap, sebagai berikut:

1. Mengecam tindakan anarkis para suporter dalam pertandingan Persija melawan Sriwijaya FC tanggal 24 Juni 2016 baik di dalam maupun di luar Stadion Gelora Bung Karno yang mengakibatkan korban luka-luka dan kerugian materill, dan kami menyampaikan permohonan maaf kepada para korban dan Instansi terkait khususnya kepolisian.

2. The Jakmania tidak ada permasalahan dengan Kepolisian Polda Metro Jaya, selama ini menjalin hubungan baik dan tetap berkomunikasi secara aktif.

3. Tindakan anarkis yang terjadi merupakan tindakan individu para suporter, dan bukan tindakan yang terorganisir secara organisasi.

4. The Jakmania menerima sanksi yang diberikan, baik oleh Komite Kode Etik maupun oleh Pemerintah di mana sebagai instropeksi bagi pengurus dan anggota The Jakmania untuk konsolidasi dan berbenah diri guna memperbaiki citra The Jakmania dan persepakbolaan di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta.

5. Terhadap para pelaku anarkis, pengurus The Jakmania menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku dan pengurus The Jakmania akan kooperatif membantu Polda Metro Jaya.

Jakarta, Juni 2016

Ketua Umum The Jakmania