PSSI Keberatan Soal Syarat Menpora Jika Bergabung Dengan Komite Ad Hoc

PSSI Keberatan Soal Syarat Menpora Jika Bergabung Dengan Komite Ad HocMenteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi meminta syarat kepada Komite Ad Hoc PSSI yang diwakilkan sang ketua, Agum Gumelar usai keduanya bertemu Rabu (10/2) kemarin di kantor Kemenpora di Jakarta. Syarat yang diajukan akan bergabung ke Komite Ad Hoc jika Komite Ad-hoc bisa segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI.

Akan tetapi syarat itu langsung dibantah oleh sang ketua umum PSSI, La Nyalla Mattalitti yang keberatan dengan syarat yang diajukan oleh Menpora tersebut.

“KLB untuk apa? Memilih ketua umum dan pengurus baru? Memangnya yang sekarang kenapa? Salah? Salahnya apa? Kan tidak pernah terjawab?” tanya La Nyalla , Kamis (11/2/2016) melalui siaran pers PSSI.

Ditambahkan La Nyalla, Komite Ad-hoc juga tidak memiliki kewenangan untuk menggelar KLB. Karena sesuai statuta, KLB hanya bisa dilakukan apabila diminta oleh anggota dan disetujui oleh komite eksekutif. Dan disupervisi oleh FIFA-AFC. Sedangkan FIFA sudah menegaskan bahwa kongres pemilihan di Surabaya kemarin adalah kongres yang sah, dan kepengurusan masa bakti 2015-2019 juga sah.

“Saya tegaskan lagi, saya memimpin PSSI karena dipilih oleh 92 pemilih dari 106 voter kongres. Sehingga saya tidak akan mundur selama pemilih saya tidak meminta saya mundur,”urainya.

“Jadi jangan karena pemerintah lalu intervensi untuk semaunya. Sudah jelas akibat intervensi itulah sepakbola Indonesia disanksi FIFA. Dan FIFA sudah memberi jalan untuk duduk bersama membahas bagaimana membuat sepakbola lebih baik bersama pemerintah. Sederhana kan? Saya yakin kalau ada goodwill pasti selesai dari dulu,”

Tentang syarat yang lain yang disebut Menpora bahwa pengurus PSSI tidak boleh dari partai politik, La Nyalla menyatakan dirinya tidak menjadi pengurus partai apapun.

“Tetapi apakah orang yang kebetulan aktif di partai tidak boleh membina olahraga? Apakah di cabang olahraga lain tidak ada pengurus yang juga aktif di partai? Apakah di badan-badan yang dibentuk kemenpora seperti BOPI dan BSANK tidak ada orang yang aktif di partai? Coba dibaca lagi apa ada aturan seperti itu. Kalau saya jelas bukan pengurus partai,” tukas La Nyalla yang juga pengusaha ini. (sepakbola.com)