Kompetisi Boleh ‘Mati Suri’, tapi Tidak dengan Pembinaan Usia Muda

Kompetisi Boleh 'Mati Suri', tapi Tidak dengan Pembinaan Usia Muda

Kompetisi sepakbola nasional boleh jadi tengah “mati suri”. Namun, hal itu tak berarti menghalangi untuk terus berjalannya pembinaan sepakbola usia dini.

Hal itu dikatakan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi saat menerima Founder Liga Sepakbola Usia Muda (Semuda) Richard Buntario, Direktur Kompetisi U-16 dan U-19 Taufik Jursal, dan Manajer Superball Taufik Batubara, di Kantor Kemenpora, Rabu (20/1).

Ketika kompetisi lokal masih terhenti karena adanya sanksi FIFA menyusul pembekukan PSSI, kompetisi usia muda akan selalu didukung oleh pemerintah sepanjang penyelenggara memiliki niat baik menghadirkan kompetisi dengan tata kelola yang baik. Ini tentunya diharapkan dapat berdampak positif pada kualitas tim nasional ke depannya.

“Saya menyambut baik dan mendukung Liga Sepakbola Usia Muda. Kompetisi sepakbola di tanah air memang harus lebih diperbanyak, baik di level kelompok umur maupun level elit. Setiap kompetisi tentu harus dikelola dengan baik dan profesional,” tutur Imam.

Lebih lanjut, Imam menyadari bahwa kompetisi khususnya usia muda adalah tulang punggung dalam pembinaan olahraga. Maka dari itu, Imam pun meminta agar penggiat sepakbola usia dini tidak boleh merasa capek dan terbawa arus konflik sepakbola nasional saat ini.

“Khusus mengenai kompetisi di level kelompok umur dan usia dini, jangan sampai terabaikan lagi seperti sebelumnya. Olahraga sepakbola kita dapat berkembang dengan kuat apabila pondasinya di bangun dengan kuat. Maka liga apabila dibangun dari usia dini, maka pengalaman mereka akan luar biasa dalam pembentukan mindset-nya, Saya harap di masing-masing usia ini (10, 12, 14, 16 dan 19 tahun) ada operator tetap yang terus berkoordinasi dengan baik,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Richard Buntario menyebut bahwa sosialisasi Liga Semuda sudah dilakukan mulai dari desa, kelurahan, kabupaten hingga ke tingkat provinsi, yang rencananya akan memulai kompetisinya tahun ini.

“Saat ini kita kembangkan apabila mereka menang bermain bola maka hadiahnya adalah berupa scholarship atau asuransi, kami bekerjasama dengan beberapa asuransi dan pihak swasta hingga dia menginjak umur 17 atau 19 tahun, di umur inilah mereka akan mengenal bila bermain bola menang akan mendapatkan uang. Program ini merupakan benang merah baru persepakbolaan nasional yang menyimpan data statistik mereka dari usia dini untuk Go International. Liga ini akan dikembangkan untuk memayungi banyak turnamen di setiap Provinsi di Indonesia dengan memperkuat jaringan sponsorshipnya,” jelas Richard. (detiksport)