CEO PT Liga ‘Curhat’ Soal Susahnya Gelar ISL

CEO PT Liga 'Curhat' Soal Susahnya Gelar ISL

Setelah mendapat surat balasan dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), niat PT. Liga Indonesia untuk kembali menggelar kompetisi Indonesia Super League (ISL) tampaknya mengalami hambatan. Pasalnya, dalam surat tersebut BOPI menolak memberi izin PT. Liga.

Bertempat di Kantor PT. Liga Indonesia, Kuningan, Jakarta Selatan, Joko memaparkan banyak hal terkait wacana bergulirnya kembali ISL hingga masalah eksternal penunjang berlangsungnya kompetisi di hadapan para wartawan, Kamis 7 Januari 2016.

“Ada 3 elemen penunjang yang harus dimiliki oleh sebuah kompetisi. Yang pertama, orginizing. Masalah ini yang sekarang sedang sulit di Indonesia. Yang kedua, administrasi dan manajemen, dan yang terakhir adalah masalah teknis,” ujar Joko Driyono kepada wartawan.

Selain itu, Joko juga mengaku jika secara informal dirinya tetap melakukan komunikasi dengan BOPI secara intens. Meskipun Joko mengaku, komunikasinya hanya bersifat informal dan memilih tidak mengungkap kepada awak media.

“Kalau komunikasi dengan BOPI saya terus intens, hanya saja tidak formal. Ya, intinya kita kan punya niat kembali menggelar kompetisi. Ibaratnya, kita ini sedang merayu wanita, agar maksud kita ini dimengerti,” ujar Joko dengan canda.

Sejauh ini, Joko juga lebih memilih berhati-hati menjaga sikap sepanjang kisruh Kemenpora dan PSSI. Hal ini dimaksudkan, agar tidak membuat keadaan semakin keruh.
“Makanya, lebih baik kita berpikir untuk membuat sesuatu. Saya tidak ingin membuat semuanya jadi gaduh. Makanya saya lebih memilih untuk berhati-hati membuat pernyataan karena itu adalah sikap,” kata Joko.

Nantinya, PT. Liga akan melakukan pertemuan dengan perwakilan klub, yang notabene adalah pemegang saham terbesar operator ISL ini. Rencana pertemuan yang dijadwalkan dihelat pada tanggal 15 Januari 2016, diundur menjadi tanggal 16 Januari 2016. (vivabola)