Bob Hippy: PSSI Harus Sadar Diri

Bob HippyMantan Koordinator Timnas PSSI, Bob Hippy mengimbau kepada PSSI untuk sadar diri bahwa status pembekuannya hanya bisa dicabut dengan dibentuknya pengurus PSSI yang baru. Setelah itu, kompetisi resmi mulai dari Liga Nusantara, Divisi Utama, Liga Super Indonesia (LSI) dan lain-lain bisa digelar.

Bob mengatakan, sudah jelas pemerintah (Menpora) membekukan PSSI, karena tidak mengakui kepengurusan saat ini.

Satu-satunya jalan keluar adalah membentuk kepengurusan PSSIyang baru. Pemerintah pasti akan segera mencabut sanksi dan izin pelaksanaan kompetisi resmi akan dikeluarkan.

“Tanpa itu sepertinya sulit dilakukan kompetisi resmi,” kata Bob kepada Super Ball, Jumat (1/1/2016).

Menurut Bob, untuk membentuk kepengurusan PSSI baru melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang diprakarsai oleh seluruh Pengprov PSSI di Indonesia. 33 Pengprov PSSI di seluruh Indonesia memang harus sadar diri, kepengurusan PSSI pusat saat ini sudah tidak benar dan perlu diperbaiki.

Bob mengatakan, sejak tahun 2002, PSSI melakukan banyak masalah, seperti pengaturan skor, tunggakan pembayaran ke klub dan lain-lain.

“Jadi untuk memperbaikinya adalah dengan membentuk pengurus baru melalui KLB,” ujar Bob.

Berdasarkan bermasalahnya kinerja PSSI, Bob menilai, intervensi yang dilakukan pemerintah wajar dilakukan. Karena tujuannya demi masa depan sepakbola nasional. Masalah ini memang harus diselesaikan agar sepakbola kita maju.

“Jangan sampai orang-orang lama di PSSI kembali duduk di kursi kepengurusan. Karena mereka akan tetap berusaha menguntungkan kepentingan kelompok yang akibatnya kualitas sepakbola di Tanah Air jalan di tempat,” terang Bob.

Penyelesaian konflik melalui pembentukan tim ad hoc yang berasal dari berbagai pihak, tidak diyakini Bob bisa menyelesaikan konflik. Karena diisi orang-orang yang ingin kembali ‘menguasai’ PSSI untuk kepentingan kelompok tertentu.

“Mereka berusaha mempertahankan orang-orang lama di PSSI. Itu yang menyebabkan pemerintah atau Menpora tidak mau. Kita sedang menunggu pembentukan pengurus FIFA yang diperkirakan akan selesai pada Maret. Itu akan dijadikan langkah selanjutnya bagi pemerintah atau Menpora,” tutur Bob.

Dengan demikian, sepertinya sulit diharapkan kompetisi resmi bisa digelar dalam waktu dekat. Menurut Bob, paling cepat pelaksanaan kompetisi resmi pada pertengahan tahun 2016.

Harapannya memang di tahun 2016 ini kita bisa kembali menggelar kompetisi resmi. Tetapi semua pihak harus sadar bahwa penyelesaian konflik perlu beberapa langkah. Maka untuk sementara turnamen menjadi pilihan untuk memberikan lahan pekerjaan bagi pemain dan pelatih.

Kalau dipaksakan menggelar kompetisi di saat seperti ini, tidak akan berjalan sesuai yang diharapkan.

“Pasalnya, seluruh perangkat pertandingan dimiliki PSSI yang notabene sedang bermasalah,” jelas Bob.

Bob juga menyarankan kepada seluruh pelaku sepakbola nasional untuk bersabar sampai konflik bisa benar-benar selesai.

“Kunci penyelesaiannya memang ada di anggota PSSI di seluruh Indonesia dan klub-klub. Kalau mereka mau membentuk pengurus yang baru, masalah ini cepat selesai dan kompetisi bisa segera bergulir,” terang Bob.

Jalan cepat lainnya adalah mundurnya Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattaliti.

“Seharunya PSSI sekarang sadar, kepengurusannya tidak dipercaya dan tidak diakui oleh pemerintah. Akan lebih cepat jika langkah itu (mundur) dilakukan. Kalau sampai begitu, pemerintah akan langsung mencabut sanksi dan kompetisi bergulir,” papar Bob.

Jika PSSI tetap ngotot sebagai pihak yang benar, tambah Bob, konflik bisa saja tidak akan selesai tahun ini.

Bagaimanapun, kata Bob, peran pemerintah memang diperlukan. Kalau pemerintah sudah tidak percaya dan tidak mengakui pimpinan La Nyalla, bagaimana bisa sanksi dicabut. Maka harus ada langkah bijaksana dari PSSI untuk segera menyelesaikan masalah ini.

“Kalau masih ngotot, konflik bisa terus terjadi. Kita tidak mau itu. Semuanya menginginkan kompetisi resmi yang dilaksanakan. Tetapi kompetisi itu harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Harus bersih, adil, fair, dan transparan,” tambah Bob. (wartakota)

loading...

2 Comments

  1. Tidak cerdas sekali pernyatan bob hippi ini. Dari awal pergerakan kalian ini sebenarnya sudah kalihatan kl ingin berkuasa kembali di pssi. Situ yakin bersih?? N kompeten..

Comments are closed.