Takut Dijebak, Kemenpora Ogah Gabung Tim Ad-Hoc

Takut Dijebak, Kemenpora Ogah Gabung Tim Ad-Hoc

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah memastikan diri tidak akan masuk Tim Ad-Hoc bentukan FIFA. Tim ini diketuai oleh Agum Gumelar.

Tim Ad-Hoc ini mempunyai tugas untuk mencari solusi dalam menyelesaikan semua permasalahan yang sedang terjadi di Indonesia. Dalam menjalankan tugasnya, tim ini diberi waktu hingga 31 Desember 2016 untuk menyelesaikan tugasnya.

“Sekarang lihat dulu penjabaran tugas dan fungsi Komite Ad-Hoc, apa masih bisa menjalankan proses reformasi sepak bola sesuai kehendak masyarakat, maka kita pertimbangkan ikut atau tidak,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, Senin (7/12/2015).

Dari susunan Tim Ad-Hoc yang sudah ada, Imam mencium ada aroma busuk yang bakal menjatuhkan pemerintah. Karena hal itulah, pemerintah memilih tidak bergabung ke dalam tim.

“Pembentukan komite itu tidak cukup mengandalkan voting, saya tahu bahwa komposisi menjebak pemerintah, bagaimana melakukan voting sedangkan mereka menentukan orang-orangnya, di sini kita memilih mundur,” tegas Imam.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu malah menagih janji FIFA saat berjumpa dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Imam menyebut FIFA ketika itu sudah sepaham dengan Kemenpora.

“Kami masih menagih apa FIFA masih ingat kesepakatan dengan Presiden, karena kesepakatan ini terkait harga diri negara Indonesia,” Imam menegaskan.

Sementara itu, FIFA telah menunjuk Agum Gumelar sebagai tim Ad-Hoc PSSI. Tugas utama tim ini adalah mengurai masalah di tubuh PSSI sehingga sanksi FIFA yang jatuh sejak Mei silam bisa dicabut.

Tim Ad-Hoc PSSI harus mencari solusi untuk menyelesaikan semua permasalahan yang sedang terjadi di Indonesia. Dalam menjalankan tugasnya, tim ini diberi waktu hingga 31 Desember 2016.

Namun, bila hingga tenggat waktu yang telah ditentukan permasalahan sepak bola Indonesia belum kelar, FIFA akan menambah jangka waktu tim Ad-Hoc PSSI. Lalu kapan tim ini akan mulai bekerja?

“Rencananya, kami akan memulai rapat pada 11 Desember,” kata salah satu anggota tim Ad-Hoc dari KONI, Mahfudin Nigara di Kantor PSSI, Senin (7/12/2015).

“Tapi, saya tidak mau berbicara lebih banyak lagi. Sebab, saya belum mendapat mandat berbicara dari Agum Gumelar,” dia menegaskan. (Liputan 6)

Berikut daftar nama pengisi Komite Reformasi Ad-Hoc PSSI:

Ketua: Agum Gumelar

Wakil Ketua: IGK Manila

Perwakilan pemangku kepentingan

PSSI: Tommy Welly

Pemerintah Indonesia: *masih akan ditentukan Kemenpora

APPI: Bambang Pamungkas

ISL: Joko Driyono

Sepak bola wanita: Monica Desideria

KONI: Mahfudin Nigara

KOI: *akan ditentukan kemudian oleh KOI

4 Comments

  1. Mam…KONI diancam mo dibekukan akhirnya manut…ancam bekukan FIFA …ntar khan manut..intinya kalo gak nurut Pak Joko bekukan aja FIFA …gitu ajah khok repot!

  2. aneh juga nih Menpora, yang bikin indonesia kena sanksi kan gara-gara intervensi dia, lah ini malah mau ngatur-ngatur FIFA supaya supaya manut dengan keinginan Menpora, ya mana bisa dong, emang yang perlu siapa sih ?, situ yang bikin gara-gara koq situ yang mau ngatur-ngatur

  3. ada pepatah mengatakan. mudah2an pak iman pernah mendengar dan memahaminya. “BERANI KARENA BENAR, TAKUR KARENA SALAH.”
    tapi saya tahu kok ujung2nya. bakalan mengganti nama PSSI dengan nama bikinin pemerintah sendiri. oke lah kita tunggu saja sampai tahun 2019, karena reformasi menteri di reshuffle, pak iman tidak akan masuk daftar listnya.

Comments are closed.