Pemerintah Harus Pertahankan Misi Reformasi PSSI

Seorang pria melihat ke arah depan Kantor PSSI di Kompleks GBK Senayan, Jakarta, Sabtu (18/4).

Mantan kapten Tim Nasional Indonesia yang meraih medali emas SEA Games Fiilpina 1991, Ferry Reymond Hattu mendukung pemerintah untuk mereformasi PSSI. Menurutnya, penting bagi pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mepertahankan misi utamanya terkait kisruh sepak bola Indonesia yang tengah terjadi.

Jika pemerintah tak bisa menyelesaikan misi-nya, maka pembekuan PSSI, jatuhnya sanksi FIFA akan sia-sia. Ferry Hattu tidak menampik misi utama Kemenpora untuk membuat Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Memang dalam jargonnya Kemenpora selalu mengatakan akan melakukan tata kelola sepak bola yang lebih baik.

Namun, tata kelola sepak yang lebih baik bisa diterapkan jika mereka bisa mereformasi induk sepak bola Indonesia secara total. Termasuk mengganti semua pengurus PSSI yang dianggapkan tidak kredibel. “Kan ujung-ujungnya KLB ulang. Jadi pemerintah harus mempertahankan misinya,” kata Ferry yang sekaligus sebagai pengamat sepak bola itu saat dihubungi melalui seluler, Senin (7/12).

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh pemerintah dengan Tim Transisinya untuk segara melakukan KLB ulang adalah harga mati. Sebab sejauh ini PSSI sudah tak bisa diandalkan, terutama dalam hal prestasi sepak bola nasional. Meskipun pengurus PSSI saat ini baru dipilih pada KLB Surabaya pada April lalu, tapi sejatinya adalah orang-orang lama dipengurusan sebelumnya. Salah satunya adalah ketua umum PSSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti yang sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua umum PSSI.

Namun keinginan pemerintah untuk melakukan KLB PSSI tahun depan akan terganjal, sebab FIFA telah mengesahkan Tim Ad-Hoc. Seperti diketahui, Tim Ad-Hoc yang diisi oleh stakeholders sepak bola yang terafiliasi PSSI. Maka dengan demikian, suara PSSI di Tim Ad-Hoc akan kalah telak jika ada voting. Kata Ferry Hattu. wajar jika sampai saat ini pemerintah belum mengutus perwakilannya untuk bergabung dengan Tim Ad-Hoc. “FIFA saja tak konsisten pada Tim Kecil PSSI,” keluh Ferry Hattu.

Ferry Hattu meminta agar pemerintah tidak goyah ketidakadilan FIFA dalam menyelesaikan polemik sepak bola nasional. Sebab jika misi pemerintah tak sampai tuntas, maka hanya kerugian besar dan cap negatif yang didapat oleh pemerintah. Sebab tanpa sadar nama pemerintah juga dipertaruhkan, karena mereka sudah membekukan aktivitas yang berujung pada terhentinya kompetisi, dan hadirnya sanksi FIFA.

Ferry Hattu mengharapkan semua pecinta sepak bola mendukung upaya pembenahan tata kelola sepak bola yang lebih baik. Tidak hanya itu, Ferry juga ingin seluruh stokeholders sepak bola melihat permasalah yang terjadi dengan bijak, hingga bisa memahami dengan baik reformasi PSSI.

3 Comments

  1. misi reformasi sepakbola Indonesia mungkin begini, “mewujudkan sepakbola bersih, dengan stadion bertempat duduk dengan nomor yang jelas, berloker buat seluruh penonton,dan dikombinasikan dengan acara laen misal dangdut, hadrah, dll. dibawah naungan FSSJ (Federasi Sepakbola Seluruh Jagat) pengganti FIFA dengan headquarter di Surabaya atau Madura.

  2. Pemerintah kurang jantan bertindak …. klo mau mereformasi ya jgn tangung tanggung …hapuz kan saja organisasi nya …dari pada berlama lama …bikin sakit hati rakyat pecinta sepak bola

  3. Omong sama tembok saja ferry, bodohnya km tdk bisa bisa membaca situasi, org pemerintah yg sok tau dgn tatakrlola sepakbola sejak kapan ?????? Tahun 2019 setelah pemilihan presiden org2 pemerintah yg sok tau akan berhubungan dgn hukum siapapun orgnya krn jokowi dan iman nahrowi bkn lah memimpin sebuah kerajaan

Comments are closed.