Match Fee Piala Bupati Cilacap Tak Mencukupi, Persis Dilema

Persis Solo

Persis Solo masih pikir-pikir untuk mengikuti turnamen Piala Bupati Cilacap. Sebab, match fee yang bisa mereka peroleh hanya mengkaver seperempat kebutuhan Persis untuk berangkat ke Cilacap.

Direktur Teknik dan Olahraga Persis, Totok Supriyanto, mengaku tawaran match fee dari penyelenggara Piala Bupati Cup hanya berkisar Rp5 juta per laga. Itu pun sepertinya telah tawaran terakhir, sehingga sangat kecil kemungkinan akan dinaikkan.

Padahal, apabila ditung-hitung, Laskar Sambernyawa membutuhkan dana sekitar 20 juta setiap kali bertandang ke Cilacap. Jadi, Persis perlu menyediakan setidaknya Rp15 juta lagi agar bisa melakoni pertandingan away ke Cilacap tersebut.

“Awalnya kami hanya ditawari match fee Rp2,5 juta, lalu naik menjadi Rp5 juta. Itu sepertinya sudah sulit diubah. Padahal kebutuhan kami Rp20 juta sekali laga ke sana. Jadi kurangnya Rp15-an juta. Itu hanya per laga di penyisihan grup, kalau kita lolos ke babak berikutnya, maka biayanya akan tambah besar lagi,” jelas Totok, ketika dihubungi Solopos.com, Senin (7/12/2015).

Anggaran Rp20 juta per laga itu dihitung berdasarkan kebutuhan Pesis ke Cilacap. Di antaranya gaji pemain yang rata-rata mencapai Rp500.000 per pertandingan, uang makan, transportasi, dan transit akomodasi. Padahal, Totok mengakui kondisi finansial Persis sedang sulit menyusul vakumnya kompetisi tahun ini.

Persis pun mengalami dilematis. Laskar Sambernya memang berniat besar mengikuti Piala Bupati Cilacap agar kegiatan para pemain tidak mengalami kevakuman. Tapi di sisi lain, Laskar Sambernyawa juga tidak berdaya secara finansial.

“Anggaran itu akan kami ajukan ini ke Direktur Keuangan, apakah ada uang atau tidak? Nanti akan kami putuskan di rapat besar [PT Persis Solo Saestu]. Paling lambat besok mungkin sudah diputuskan. Memang di surat undangan tidak dicantumkan kapan batas terakhir pendaftarannya. Tapi kami sadar sudah ditunggu, jadi harus cepat bikin keputusan,” ungkapnya.

Apabila batal ke Cilacap, Persis akan meneruskan wacana membuat turnamen sendiri di kandang. Alternatif lainnya, Laskar Sambernya bisa mengadakan uji coba dengan klub-klub lain agar kegiatan klub tidak tidur nyenyak. Persis pun berharap klub-klub Indonesia Super League (ISL) yang akan berlaga pada perempat final Piala Jenderal Sudirman di Solo, 12-19 Desember mendatang, bakal mengajak mereka bertanding. Tapi diakui Totok hal itu hampir mustahil.

“Kalau diajak uji coba, kami siap-siap saja, tapi kayaknya tidak, sebab waktunya sudah dekat, jadi mereka kemungkinan besar tidak akan mengadakan uji coba lagi, apalagi Piala Jenderal Sudirman sudah memasuki perempatfinal,” lanjutnya. (solopos)