Persis Solo Tunggu Turnamen Selevel

Persis Solo

Ingar-bingar persepakbolaan Indonesia saat ini seolah-olah hanya dimiliki tim-tim di kasta Indonesia Super League (ISL). Seusai Piala Presiden, klub-klub di kasta tertinggi Tanah Air itu kembali mendapat ajang bertarung di Turnamen Piala Jenderal Sudirman.

Hal berbeda dialami klub-klub Divisi Utama (DU), sejak pembekuan PSSI oleh Menpora Imam Nahrawi. Selepas turnamen Piala Kemerdekaan, tak ada lagi pentas bagi tim-tim kasta kedua, termasuk Persis Solo, untuk unjuk gigi. Praktis, mereka dipaksa rehat panjang tanpa kepastian.

”Kami hanya bisa menunggu digelarnya turnamen selevel kami. Kalau mau menggelar kegiatan sendiri cukup repot, karena klub-klub lain juga mengistirahatkan timnya. Mestinya pemerintah membuat turnamen lagi untuk klub-klub Divisi Utama juga,” kata Sekretaris Manajemen Persis, Sapto Joko Purwadi, Selasa (24/11).

Kevakuman dirasakan Persis dan klub-klub sekastanya, usai turnamen Piala Kemerdekaan. Sebelum turnamen yang digelar Tim Transisi bentukan Kemenpora itu, Persis bersama enam tim lain di Jateng menyelenggarakan ajang Piala Polda Jateng.

Guna menyiasati kevakuman kompetisi, klub berjuluk Laskar Sambernyawa itu bahkan memenuhi undangan mengikuti Turnamen Plumbon Cup di sebuah desa kawasan Tawangmangu, Karanganyar, mulai akhir Oktober hingga 15 November lalu.

Direktur Sport PT Persis Solo Saestu Totok Supriyanto menyebut keikutsertaan skuadnya pada ajang tersebut karena sejumlah peserta lain juga berbasis tim-tim DU.

”Di sisi lain, kami ingin memberi kegiatan bagi para pemain, selama kompetisi tak berjalan. Setelah itu tim dibubarkan. Kalau membuat kegiatan seperti laga persahabatan, cukup sulit, karena klub-klub lain DU telah lama membubarkan timnya,” tutur Totok. (suaramerdeka)