Jika Terus Bertikai, Suporter Sriwijaya FC Bisa Saja Dibubarkan

Jika Terus Bertikai, Suporter Sriwijaya FC Bisa Saja DibubarkanKejadian kisruhnya kelompok suporter Sriwijaya FC (SFC) sesaat sebelum pertandingan final Piala Presiden Laskar Wong Kito kontra Maung Bandung, menjadi catatan khusus Manajemen SFC.

Dua kelompok tersebut yakni suporter Simanis Ultras bentrokdengan Singa Mania akan mendapat peringatan dari manajemen.

Bahkan sanksi tegas dengan ancaman dilarang menonton SFCatau meminta kelompok suporter tersebut dibubarkan, bisa saja terjadi jika suporter masih terus bertikai.

Namun meskipun geram dengan ulah para suporter tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini, manajemen SFC belum memberikan sanksi kepada para suporter yang terlibat dalam kerusuhan itu.

“Kita belum memberikan hukuman kepada mereka. Namun semua ini akan menjadi catatan khusus buat kita untuk ke depannya,” ucap Direktur Marketing dan Promosi PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Nirmala Dewi ketika ditemui di gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (24/10/2015).

Alasan manajemen tim sederet prestasi ini belum menjatuhkan hukuman, lantaran saat ini para pendukung SFC masih bersedih atas gagalnya Laskar wong kito meraih trofi turnamen gagasan Mahaka Sport And Entertainment tersebut, usai ditekuk Persib Bandung dengan skor 2-0.

“Kita lihat kondisi sekarang seperti apa, nanti pasti akan diberikan sanksi terhadap mereka, jika semua sudah kondusif lagi. Tapi mereka semua adalah suporter terbaik,” ujar wanita yang juga menjabat sebagai ketua bidang promosi KONI Sumsel ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua kelompok suporter yang dibawahi Kusoi dan Dugong itu saling pukul dan lempar dengan barang karena tersinggung di sekitar hall Basket tempat suporterSriwijaya FC ditempatkan.

Tawuran yang terjadi sekitar pukul 10.00 itu, baru bisa dilerai sekitar pukul 12.00 dengan bantuan polisi dari Polda Metrojaya.

Berdasarkan data dari sumber Sripoku.com di hall basket, tawuran itu dipicu karena saling ejek antar suporter.

Karena merasa tidak senang terjadilah bentrok hingga kedua suporter saling lempar.

Tawuran sendiri terjadi dua kali, pertama pagi hari sekitar pukul 08.00 antara Sriwijaya Mania dan Simanis Ultras, belum juga benar-benar reda tawuran kembali pecah antara Simanis Ultras dan Singa Mania.

Ketua kelompok Singa Mania, Dugong atau Ariadi Eko Neori mengakui jika kelompok suporternya terlibat tawuran.

Namun, tawuran itu tidak sampai besar atau ditangkap pihak polisi. Tidak ada juga yang luka atau cedera karena tawuran itu.

“Iya tapi sudah selesai semua. Sekarang kami sedikit menjauh kebelakang,” ujar suporter tribun utara ini.