Persib Hadapi Pemain Malaysia Kelas Dua, Bobotoh Kecewa

Persib Hadapi Pemain Malaysia Kelas Dua, Bobotoh KecewaLabel Malaysia All Star yang disematkan kepada sekumpulan pemain dari Negeri Jiran yang bakal menghadapi Persib Bandung dalam laga ekshibisi di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu, 24 Oktober 2015, menuai kritikan dari para netizen.

Mereka menyebut label All Star sedikit berlebihan untuk disematkan kepada para pemain yang berkarier di kompetisi level bawah Malaysia. Bahkan, tak sedikit di antara warga Negeri Jiran yang menjadikan tim Malaysia All Star ini sebagai bahan pergunjingan di media sosial, seperti Twitter.

Adalah klaim dari penyelenggara pertandingan yang membuat netizen ‘geram’. Sebab pihak penyelenggara sebelumnya mengklaim jika 18 pemain yang dibawa ke Bandung merupakan para pemain terbaik yang berkiprah di Malaysia Super League atau Liga Super Malaysia. Hal itu dinilai sebagai kebohongan publik karena tak satupun di antara para pemain tersebut berstatus aktif membela klub Liga Super Malaysia.

Hanya beberapa yang pernah berpengalaman bermain di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Negara serumpun Indonesia tersebut. Seperti Sumindran P Subramaniam yang beberapa musim lalu pernah membela KL Plus FC di Liga Super Malaysia. Di musim 2015, Sumindran bermain bersama klub Malaysia Premier League, DRB-HICOM Football Club. Malaysia Premier League adalah kompetisi yang berada satu kasta di bawah Malaysia Super League.

Akun Twittwe @FalseNineFC mengungkap beberapa hal menarik di balik rencana laga ekhsibisi Persib kontra Malaysia All Star yang direspons beragam dari para pemilik akun lainnya baik orang Indonesia ataupun Malaysia. Mereka umumnya menyayangkan sikap panitia penyelenggara yang mengeluarkan pernyataan para pemain yang mereka datangkan adalah yang terbaik di Liga Malaysia.

“@FalseNineFC saya berasal dari Malaysia dan saya boleh katakan saya tidak kenal langsung pemain pemain di dalam senarai itu,” tulis pemilik akun @NizamArchibald.

“Kebohongan publik, orang Malaysia di tab mention pada nolak dibilang Malaysia Selection dari pemain-pemain terbaik Liga Malaysia. :D” respons admin akun @FalseNineFC.

“Kebohongan publik, orang Malaysia di tab mention pada nolak dibilang Malaysia Selection dari pemain-pemain terbaik Liga Malaysia. :D” tulis @FalseNineFC kembali.

Tak adanya para pemain berlabel timnas Malaysia ataupun pemain asing terbaik yang berlaga di Liga Super Malaysia di skuad Malaysia All Star dimungkinkan oleh status Indonesia yang saat ini sedang menjalani sanksi FIFA. Sebab jika mereka memaksakan datang meski hanya sebatas laga ekshibisi maka ancaman sanksi dari FIFA mengintai mereka.

Kecuali jika lawan yang mereka hadapi sesama tim yang dihuni pemain-pemain Malaysia seperti yang dilakukan AS Roma saat melakukan kunjungan pra-musim ke Indonesia. Karena takut terkena masalah Srigala Roma terpaksa membagi dua kelompok tim untuk menjalani laga ekhsibisi di Indonesia.

“Pemain-pemain profesional Malaysia nggak bisa main di Indonesia karena sedang dihukum FIFA. Amatir dong. :D,” tulis @FalseNineFC menyindir.

Tweet-tweet sindiran dari @FalseNineFC ini, juga mendapatkan respons dari bobotoh salah satunya dari pemilik akun @rhdnifan. “@FalseNineFC ada indikasi nama Persib dieksploitasi demi kepentingan sebagian orang nih.. (re: Persib vs Malaysia Selection palsu),” tulisnya.

“@falseninefc @rhdnifan tah om @farhanpenyiar bilangin ke menejemen jgn mau aja d ajak tanding sareng tim palsu. Nama @persib d ekploitasi.” timpal pemilik akun @Agus_PrasetyoID.

Pertandingan ekshibisi Persib kontra Malaysia All Star ini sendiri bisa dikatakan kurang maksimal karena sempat terancam ditunda bahkan dibatalkan. Selain itu hingga sehari jelang laga, muncul kesimpangsiuran informasi. Yakni terkait apakah laga bisa disaksikan langsung penonton di stadion atau tidak.

Pihak penyelenggara atau promotor mengklaim bisa dihadiri bobotoh. Tapi di sisi lain polisi menegaskan harus digelar tanpa penonton jika jadwal pelaksanaannya ingin sesuai tanggal yang ditetapkan. Namun, polisi pun memberikan opsi lain yakni tetap diizinkan boleh dihadiri bobotoh asalkan ditunda hingga pekan berikutnya.