Ketum Jakmania : Jangan Sampai Fans Sepak Bola Dijelek-jelekkan

Richard Ahmad

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dinilai tidak berkontribusi dengan The Jakmania. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum The Jakmania, Richard Ahmad Suprianto bersama tim kuasa hukumnya usai menjenguk Sekjen The Jakmania, Febrianto di Tahanan Polda Metro Jaya, Rabu (21/10).

Menurut Richard tidak adanya kontribusi Pemprov DKI Jakarta, harus ditanyakan langsung. “Misalkan pembinaan dan program bersinergi. Anggaran Pemprov DKI tahun ini 37 triliun tapi sepeserpun kami tak pernah terima,” ujarnya

Richard menerangkan pembinaan yang terjadi masih dibiayai sendiri atau menggunakan sponsor lain. Misalnya seperti acara di salah satu stasiun TV swasta di Indonesia.

Seharusnya, menurut Richard ada perhatian dan pemasukan untuk para The Jakmania. Dia mengungkapkan The Jakmania adalah wadah kreativitas.

“Jangan sampai fans sepakbola itu menjadi dijelek-jelekan. Baiknya kita sama-sama membangun pemberdayaan. Semua orang tau the jak itu orange, tapi kan ga semua yang pake baju orange itu the jak,” terangnya.

Lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta meminta aman, namun dirinya tidak mempunyai kekuatan apa-apa. Seperti saat bus The Jakmania dihancurkan dan tidak ada yang mengganti dari pihak pemerintah.

“Pemprov harus sadar ini anak didik dia kan,” ungkapnya.

Selain itu, karena kasus menimpanya tersebut. Ia menyesali semua pihak menyalahkan The Jakmania. Padahal, kata Richard, selama 3 minggu sebelum pertandingan final presiden, ia selalu melakukan sosialisasi damai kepada semua pihak. Kepada polisi, Mahaka, dan anggota The Jakmania di wilayah.

“Saya tiap hari selama 3 minggu begadang hanya untuk mengamankan semuanya. Sampai tugas thesis S2 saya macet. Terus saya selalu dibuntuti oleh intel,” keluhnya. (mg4/jpnn)