Keterlibatan Andi Darussalam dan Roberto Rouw Didalami

Keterlibatan Andi Darussalam dan Roberto Rouw Didalami

PSSI memang sudah dibekukan operasionalnya oleh Kemenpora RI. Tetapi, mereka masih mencoba eksis melalui kerja Komisi Disiplin (Komdis) mereka dalam menuntaskan kasus sepakbola gajah yang kini memulai babak barunya.

Terbaru, komdis PSSI akan memanggil Andi Darussalam Tabussala (ADT) dan Roberto Rouw yang sebelumnya disebut whistleblower Bambang Suryo (BS) saat dipanggil Komdis sebelumnya.

‘’Kamis mendatang keduanya akan kami jadwalkan dipanggil ke PSSI,’’ ujar Ketua Komdis Ahmad Yulianto kepada wartawan, di kantor PSSI kemarin.

Sebagaimana diketahui dua orang ini merupakan tokoh lama di era PSSI sebelumnya. Bahkan ADT lama berkiprah bersama PSM dan di Badan Liga sebelum berubah menjadi PT Liga Indonesia.

Yulianto menyebutkan pemanggilan tersebut sekaligus untuk membuktikan berbagai macam tudingan kepada mereka. ‘’Kami juga ingin memperjelas, kalau memang ada keterlibatan tentu akan kami proses,’’ tegasnya.

Sejatinya ada dua pokok perkara yang tengah diproses Komdis. Pertama yakni kemelut sepakbola gajah antara PSIS Semarang dan PSS Sleman pada Divisi Utama musim lalu. Kedua, yakni terkait dugaan yang dimunculkan whitleblower BS dan Gunawan, mantan pelatih Persipur Purwodadi.

Untuk masalah match fixing yang dikemukakan Gunawan, Yulianto mengakui bahwa kejadian tersebut benar adanya. Dia berkilah itu terjadi lantaran APBD tidak boleh lagi digunakan untuk pembiayaan sepak bola Indonesia.

‘’Bahkan semua tim yang berada di papan tengah setiap grup melakukan praktek tersebut,’’ umbarnya.

Dalam pertemuan kemarin, sejatinya Komdis bertemu dengan Gunawan dan manajemen PSIS. Hanya saja keduanya meminta untuk dijadwalkan ulang. Rencananya, pekan depan keduanya akan datang ke Kantor PSSI untuk kembali dikroscek pernyataannya.

Selain itu, agenda kemarin juga memanggil Djamal Aziz, salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI terbaru.

’’Dalam pernyataannya, Pak Dzamal memang lupa pernah dihubungi Gunawan,’’ katanya.

Di tempat yang sama, Djamal menyatakan bahwa saat itu statusnya juga sebagai anggota DPR RI.’’Sebagai orang yang punya konstituen, saya juga harus proaktif dengan mereka, tetapi saya lupa pernah dihubungi Gunawan,’’ katanya. (nap/riaupos)