Pangkostrad Kucurkan Bonus untuk Pemain PSMS Medan

Pangkostrad Kucurkan Bonus untuk Pemain PSMS Medan

Jadwal pertandingan perempatfinal antara PSMS Medan melawan Persekap Pasuruan diundur satu hari. Laga yang seharusnya berlangsung hari ini, Sabtu (29/8) di Stadion Teladan Medan menjadi Minggu (30/8) Pukul 18.30 WIB.

Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Media Officer PSMS Medan, Abdi Panjaitan. Dalam pesan singkatnya ia menerangkan perubahan jadwal tersebut.
“PSMS Medan melawan Persekap Pasuruan menjadi tanggal 30 Agustus 2015 di Stadion Teladan,” tulisnya kepada Tribun, Jumat (28/8).

Perubahan jadwal ini tentu menguntungkan kedua tim. Skuat Ayam Kinantan akan punya waktu lebih untuk memulihkan kondisi fisik. Sedangkan tim tamu akan punya waktu untuk berlatih satu hari di Stadion Teladan Medan.

Seluruh pemain PSMS senang mendapat kabar perubahan jadwal ini. Kegembiraan Legimin Raharjo dkk makin bertambah setelah mendapat kabar pencairan bonus dari Pangkostrad Letjend Edy Rahmayadi sebesar Rp 106 juta. Bonus tersebutpun sudah dibagikan kemarin. Masing-masing pemain mendapat sekitar Rp 2 juta.

“Kita memang sudah dijanjikan dari awal sama BapakPangkostrad harus menampilkan yang terbaik makanya ia memberikan bonus kepada kita,” ujar Kepala Pelatih PSMSMedan, Suharto AD, Jumat (28/8).

Suharto menambahkan, jika menang melawan Persekap di babak perempat final akan dijanjikan kembali mendapat bonus yang lebih besar. Bahkan bonus yang dijanjikan bisa lebih jika masuk ke babak semifinal.

“Itu belum dari yang lainnya, mungkin nanti ada lagi. Jika kita masuk semifinal dan masuk final mungkin akan bertambah nilai bonusnya. Itu juga supaya mereka lebih bersemangat lagi dan ada hasrat keinginan memenangi setiap laga,” katanya

Namun pelatih berkepala plontos itu mengatakan bukan berarti mendapat bonus semua pemain menghasilkan kemenangan hanya karena uang semata. Keinginan mengembalikan kejayaanPSMS lebih besar dibanding sekadar mendapat bonus.

“Di dalam olahraga inikan kalau kita berprestasi pasti akan mendapatkan itu. Mereka menang bukan karena ingin mencari uangnya tapi untuk tingkat prestasi mereka. Dalam arti jika kita berprestasi pasti nantinya akan mendapatkan itu,” jelas mantan pelatih PS Bintang Jaya Asahan tersebut. (Tribunnews)