Budgeting Cap Mungkin Diterapkan di ISL untuk Pembiayaan Klub

Budgeting Cap Mungkin Diterapkan di ISL untuk Pembiayaan KlubBudgeting cap kemungkinan akan diterapkan di Indonesia Super League (ISL) untuk merasionalisasi pembiayaan klub. Kemungkinan ini ada menyusul lebih condongnya klub dibanding ke penerapan financial fair play atau salary cap.

“Soal regulasi kompetisi secara keseluruhan, kami sudah menyampaikan ke PSSI agar disetujui Komite Eksekutif PSSI. Tapi, itu hal umum. Yang ditunggu banyak orang, terutama klub adalah regulasi soal rasionalisasi pembiayaan,” kata Tigor Shalomboboy di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9).

“Dari tiga opsi yang ada, klub terlihat lebih condong ke budgeting cap. Kami juga sudah menyiapkan analisanya, termasuk apa yang harus dipersiapkan,” sambung Tigor.

Tigor menjelaskan bahwa budgeting  cap nantinya membuat adanya pembatasan anggaran, terutama untuk belanja pemain. Pihaknya bersama klub peserta akan memutuskan terlebih dulu batasan anggaran belanja.

“Sebelumnya ada rencana, 5, 7,5, atau 10 miliar. Untuk menentukan kami harus melihat posisi finansial klub.”

“Kalau bicara apakah sudah diputuskan atau belum, kami harus bicara lebih dulu termasuk dengan pemain karena ada opsi merasionalisasi gaji pemain mengingat ada pengaruh dalam penerapan budgeting cap,” sambung Tigor. (sportsatu)

Hal ini disampaikan Sekretaris PT Liga Indonesia, Tigor Shalomboboy. Menurutnya, pihaknya masih harus mempersiapkan banyak hal lebih dulu sebelum budgeting cap diterapkan. (sportsatu)