Guntur Triaji, Misi Pecah Telur di Piala Kemerdekaan

Guntur Triaji, Misi Pecah Telur di Piala KemerdekaanSepak bola Medan kembali bergairah dan PSMS menjawab tantangan dengan lolos ke semifinal Piala Kemerdekaan 2015. Tapi, Muhamad Guntur Triaji masih penasaran karena belum juga pecah telur.

 PSMS kembali mampu menghidupkan kecintaan para pendukungnya, setelah klub asal Ibu Kota Sumatera Utara (Sumut) sempat redup. Triaji pun mengakui, pada laga awal-awal Piala Kemerdekaan, Stadion Teladan jarang penuh.

Namun, prestasi PSMS yang membaik dengan cara main yang sangat menghibur, membuat pendukung Ayam Kinantan makin memenuhi stadion. ”Kami sadar kalau pendukung PSMS sempat kurang memberikan dukungan. Tapi, kami kerja keras dan lambat laun dukungan itu pun datang,” kata Triaji kepada SportSatu.

”Pada saat kami menang lawan Persekap (Kab. Pasuruan) pada perempat final, penonton penuh di stadion. Kami pun yakin PSMS akan bangkit dan siap memaksimalkan peluang ke final, walau masih akan berjuang di semifinal,” lanjut pemain asal Lampung itu terkait laga perempat final, Minggu (30/8).

Namun, winger kanan Ayam Kinantan ini merasakan ”kurang,” karena belum mencetak gol. Ia pun mengaku gatal ingin segera menyumbang gol bagi klub yang dibelanya itu. Apalagi, dukungan suporter PSMS sudah semakin banyak.

”Iya nech saya belum pecah telur. Semoga di semifinal cetak gol lalu kami melaju ke final. Tapi, saya tetap ingin PSMS menang dulu, soal cetak gol itu bonus saja. Kami ingin PSMS jadi yang terbaik di turnamen ini,” cetus pemuda kelahiran 30 Juli 1993 itu.

Triaji yang kini menjadi bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), salah satu pesepak bola muda berbakat yang pernah merasakan latihan di markas klub Premier League, Arsenal. Pada 2011, pemain yang berpangkat sersan dua dari Angkatan Darat (AD) ini mewakili Indonesia untuk Nike Academy.

”Pengalaman itu memang sudah lama, tapi sampai sekarang sangat berguna. Apalagi, saya salah satu penggemar gelandang Arsenal, Jack Wilshere,” kata pemain yang pernah membela Persiraja, Persija, dan Villa 2000.  (Sport Satu)

loading...