Adaptasi Berbeda Dua Pemain Baru Arema

Lancine Kone

Sesi latihan Arema Cronus pada Sabtu (29/8/2015) sore di Stadion Kanjuruhan berlangsung penuh semangat. Semua pemain yang akan berlaga di Piala Presiden sudah bergabung, termasuk dua pemain asing asal Afrika, Lancine Kone dan Morimakan Koita.

Pemain asal Mali dan Pantai Gading itu baru tiba di Malang pada pukul 14.00 WIB. Tak lama, mereka langsung bergabung di Stadion Kanjuruhan.

Perkenalan pun berlangsung di markas tim Singo Edan itu. Dua pemandangan berbeda pun terlihat. Kone bisa langsung akrab dengan pemain Arema. Maklum, dia pernah satu tim di Deltras Sidoarjo dengan pemain seperti Beny Wahyudi, Juan Revi, dan Purwaka Yudi.

“(Pengalaman) itu membuat adaptasi saya mudah. Pemain lain juga sering bertemu karena sudah empat tahun saya main di Indonesia,” kata Kone.

Gelak tawa pun terjadi saat Beny Wahyudi mengenang masa lalunya bersama Kone. “Dia teman saya di tim yang dulu degradasi. Kenangan buruk bro,” kata Beny.

Berbeda dengan Kone, Koita lebih banyak diam karena mantan pemain Sriwijaya FC ini terkendala bahasa. Dia belum fasih berbahasa Indonesia.

Oleh karena itu, Kone yang lebih banyak memberikan penjelasan kepada Koita, termasuk menjelaskan arahan strategi dari pelatih Arema Joko Susilo.

Usai latihan, Koita hanya bisa melayani foto bersama suporter. Saat diberondong pertanyaan dari awak media dengan bahasa Inggris sekalipun Koita hanya geleng-geleng kepala.

“Koita memang belum bisa bahasa Indonesia, tetapi tidak masalah. Kone yang jadi translatornya. Sehingga komunikasi di lapangan tetap lancar,” tegas Joko Susilo.

Dalam sesi latihan perdana bersama Arema, Kone dan Koita bisa melahap langsung program rekondisi, taktik, dan strategi. Kone sempat dimainkan sebagai striker dan gelandang serang. Sedangkan Koita sebagai gelandang serang dan bertahan. (Juara.net)