Game MM Bola Tangkas Online Indonesia

Persela Antisipasi Sistem Adu Penalti di Piala Presiden

Persela Antisipasi Sistem Adu Penalti di Piala Presiden

Sistem pertandingan di turnamen Piala Presiden yang berbeda dengan kompetisi reguler, membuat Persela Lamongan perlu bersiap. Persiapan yang dilakukan tim Laskar Joko Tingkir itu seperti memperbanyak latihan penalti ke gawang lawan.

Pelatih Persela Lamongan, Didik Ludianto menguraikan, dalam turnamen yang dipromotori Mahaka Sport and Entertainment ini, tak ada istilah hasil seri.

Setiap pertandingan harus berakgir dengan kemenangan salah satu tim, yakni dengan adu penalti.

“Ini memang sistem baru yang diterapkan. Tentu kami perlu antisipasi agar tim siap tampil,” katanya kepada Surya, Rabu (26/8).

Dalam sistem pertandingan yang diberikan Mahaka Sports menyebutkan, bila selama 90 menit waktu normal kedua tim bermain imbang, maka dilanjut adu penalti.

Bagi pemenang adu penalti mendapat dua poin, sedangkan yang kalah mendapat satu poin.

Tapi jika salah satu tim menang dalam masa 90 menit, maka langsung mendapat tiga poin. Aturan lain yang berbeda adalah adanya water break di pertengahan babak pertama dan kedua.

“Dengan sistem ini, maka selain fisik dan team work, kami juga akan melatih tendangan penalti,” terangnya.

Untuk algojo penalti, pihaknya saat ini masih menguji beberapa pemain lokal yang punya mental dan akurasi tendangan bagus. Pihaknya akan memanfaatkan waktu selama latihan, hingga jelang ke Malang pada akhir pekan nanti.
“Memang tak mudah mencari lima pemain yang bisa jadi algojo penalti,” katanya.

Ketika turun di ISL 2015 lalu, tim Laskar Joko Tingkir masih memiliki striker asal Paraguay, Pedro Javier, yang spesialis untuk tendangan bebas dan penalti.

Namun karena Pedro sudah tak direkrut dan diganti tiga pemain asing asal Afrika, maka pihaknya masih mereba-raba pemain yang tepat untuk eksekusi penalti.

“Ini masih kami siapkan, sebelum turnamen berlangsung,” pungkasnya. (Tribunnews)