Pemain Tak Hadiri Sidang, Otak Sepak Bola Gajah Bisa Lepas

Kasus Sepakbola Gajah, Komdis Akan Panggil 4 Pemain PSS Sleman

Mencuatnya nama aktor intelektual sepak bola gajah antara PSS Sleman dan PSIS Semarang, berpotensi menguap begitu saja. Betapa tidak, empat pemain PSS Sleman yang belum lama ini berbicara di sejumlah media masa terkait keterlibatan manajer PSS Sleman itu, ternyata tidak kooperatif saat dipanggil oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Senin (10/8/2015) sejatinya, PSSI berencana menggelar pemeriksaan kepada empat pemain PSS yang menyebutkan keterlibatan Supardjiono dalam lima gol bunuh diri saat PSS bertemu PSIS di babak delapan besar Divisi Utama musim lalu itu. Namun, rencana itu batal, setelah semua sumber yang mereka panggil tidak bersedia hadir.

“Kami sudah melakukan pemanggilan secara resmi kepada mereka semua. Baik lewat telepon, maupun surat resmi. Namun, sampai saat ini tidak ada yang memberikan respon positif,” kata Ahmad Yulianto Ihsan Ketua Komdis PSSI. ” Kalau seperti ini, maka kami tidak bisa melakukan pemeriksaan kepada Supardjiono yang disebut-sebut sebagai aktor intelektual itu,” ucapnya.

Ya, sejatinya ada empat pemain PSS yang dipanggil oleh Komdis PSSI itu. Mereka adalah, Satrio Aji, Hermawan Putra Aji, Moniega, dan Ridwan Awaludin. Selain mereka, mantan pelatih Persegres Gresik Agus Yuwono dan Gunawan mantan pelatih Persipur Purwodadi juga dipanggil. Namun, tidak satupun dari mereka bersedia hadir.

Dengan begitu, Yulianto mengatakan bahwa, mereka memperpanjang waktu pemeriksaan tersebut sampai dengan 18 Agustus mendatang. Nah, bila sampai batas waktu pemanggilan tersebut, para pihak yang dipanggil itu tidak lagi kooperatif, maka Komdis PSSI akan segera menggelar sidang in absentia bagi mereka.

“Dalam sidang itu, kami bisa segera menjatuhkan sanksi tanpa kehadiran mereka,” kata pria asli Surabaya ini. “Dengan tidak kooperatifnya mereka, maka aktor intelektual kejahatan sepak bola masih bisa berkeliaran. Karena, bagaimana kami mau memanggil Supardjiono kalau tidak ada yang memberikan keterangan resmi kepada PSSI,” tambahnya.

Secara terpisah, Albinus Laurent juru bicara Komdis PSSI mengatakan bahwa mayoritas dari sumber yang mereka panggil itu, tidak bisa hadir karena masalah transportasi. “Kami sebenarnya sudah menjelaskan kepada mereka kalau PSSI sudah menyediakan transportasi, namun entah mengapa mereka belum bersedia untuk datang ke Jakarta,” ungkapnya.

Sementara itu, Agus Yuwono mengatakan bahwa dia belum bisa terbang ke Jakarta sesuai permintaan Komdis PSSI itu karena masih memiliki urusan keluarga yang sangat mendesak di Malang. “Ada sedikit urusan penting yang tidak bisa saya tinggalkan dalam beberapa hari ini,” kata Yuwono lewat pesan elektronik yang dia sampaikan ke Komdis PSSI.(dik/riaupos)