Pasoepati Siap Merahkan Stadion Wijayakusuma Cilacap

Tanpa Tur Resmi, Pasoepati Nglurug ke Semarang

Perjuangan para penggawa Persis Solo untuk mengamankan tiket final Piala Polda Jateng 2015 di kandang PSCS Cilacap di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Minggu (28/6/2015) malam WIB, sepertinya tidak akan berjalan sendirian. Kelompok suporter setia mereka, Pasoepati, kemungkinan siap menemani perjuangan Ferry Anto Dkk. dengan memberikan dukungan secara langsung.

Wakil Presiden Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, mengaku pihaknya siap memberangkatkan anggota untuk memberikan dukungan secara langsung terhadap perjuangan Persis. Ini akan menjadi tur Pasoepati secara resmi yang dikoordinir langsung oleh pihak DPP kali pertama selama menjalani turnamen Piala Polda Jateng.

“Ini merupakan laga yang menentukan. Tentunya kami tidak bisa membiarkan Persis berjuang sendiri. Karenanya kami siap memberangkatkan para anggota untuk memberikan dukungan. Berapa besar jumlahnya kami belum tahu. Tergantung berapa banyak yang mendaftar nanti,” ujar Ginda saat dihubungi solopos.com, Jumat (26/6/2015) malam.

Ginda berharap dengan dukungan secara langsung dari Pasoepati ini akan melecut motivasi pemain untuk tampil lebih baik. Dalam laga kontra PSCS nanti, Persis hanya tinggal membutuhkan hasil seri atau jika kalah tak kebobolan lebih dari dua gol untuk mengamankan langkahnya ke partai final. Keuntungan ini diperoleh Persis setelah pada pertemuan sebelumnya dengan PSCS di semifinal leg pertama yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Rabu (24/6) malam, menang dengan skor 2-0.

Saat laga di Manahan, Pasoepati sempat memberikan teror kepada para pemain PSCS baik melalui sorotan sinar laser maupun petasan. Jika hal ini kembali dilakukan Pasoepati di markas PSCS bukan tak mungkin akan menimbulkan keributan antarsuporter.

Namun, Ginda menampik potensi kerusuhan itu. Ia yakin keberadaan suporter Pasoepati di Cilacap tidak akan menimbulkan keributan karena selama ini telah terjalin hubungan yang harmonis dengan suporter PSCS.

Kerusuhan justru berpotensi terjadi dalam perjalanan Pasoepati menuju Cilacap, terutama saat melalui rute di Jogja maupun Sleman. Sebab selama ini hubungan antara Pasoepati dengan suporter dari kedua daerah itu tidaklah harmonis.

Untuk mensiasati adanya kerusuhan itu, Pasoepati pun siap mengubah rute perjalanannya.

“Mungkin rutenya nanti akan kami geser. Saat ini baru kami bicarakan,” lanjut Ginda.

Pendaftaran tur Pasoepati ke Cilacap akan mulai dibuka pada Sabtu (27/6) mulai pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB. Untuk biaya pendaftaran Pasoepati mematok harga sebesar Rp125.000, yang sudah termasuk biaya untuk tiket perjalanan mengunakan bus AC dan juga biaya masuk ke obyek-obyek wisata di Cilacap.

Sementara untuk tur yang menggunakan kendaraan pribadi, Pasoepati mematok biaya sebesar Rp22.000, yang digunakan sebagai ongkos masuk menyaksikan pertandingan.