Kompetisi Berhenti, Penjual Jersey Merugi

Kompetisi Berhenti, Penjual Jersey Merugi

Terhentinya kompetisi sepak bola Indonesia cukup memberikan dampak yang luas. Tak hanya berpengaruh pada persiapan tim peserta, namun juga merembet ke bisnis usaha masing-masing klub.

Seperti halnya Arema Cronus yang cukup terpengaruh dalam penjualan kostum tim. Toko yang khusus menjual jersey Arema, City of Arema mengakui penjualan kostum tim berjuluk Singo Edan mengalami penurunan yang cukup signifikan.

“Tidak jadi digelarnya kompetisi memang ada pengaruhnya, penjualan jersey menurun banyak,” ungkap Miftha Nur Ifati penjaga toko City Of Arema, Senin (1/6).

Terbukti bila pada saat launching yakni April lalu maupun beberapa hari setelahnya, penjualan jersey Arema  sangat tinggi. Namun tren mengalami penurunan terutama memasuki bulan Mei seiring dibatalkannya kompetisi.

Miftha mengatakan dalam musim kompetisi penjualan jersey selalu ramai. Baik pertandingan kandang maupun tandang. Namun sejak kompetisi dibatalkan segmen pembeli berubah. Dari Aremania menjadi wisatawan yang berkunjung ke wilayah Raya Malang.

“Lumayan banyak pada hari Sabtu-Minggu, tapi ngga banyak seperti saat kompetisi, banyak yang beli buat oleh-oleh saja,” kata Miftha.

Ia mengatakan penurunan terjadi sampai 50 persen. Toko tempatnya bekerja memproduksi jersey sendiri. Namun saat ini produksi sangat dibatasi karena penjualan menurun drastis. Menurutnya, antusias fans Arema untuk memiliki jersey yang sama dengan yang dikenakan Cristian Gonzalez dan kawan-kawan berkurang karena tidak ada pertandingan.

“Semoga kisruh sepak bola Indonesia bisa segera selesai. Pertandingan dimulai lagi,” harap Miftha.  (Republika)