Kurniawan Ingin Semua Pihak Introspeksi Usai FIFA Beri Sanksi

Kurniawan Ingin Semua Pihak Introspeksi Usai FIFA Beri Sanksi

Sanksi FIFA untuk sepak bola Indonesia telah dijatuhkan pada Sabtu (30/5). Menurut salah satu legenda tim nasional, Kurniawan Dwi Yulianto, kini yang perlu dilakukan adalah bersama-sama introspeksi.

FIFA memberi sanksi karena dianggap telah terjadi pelanggaran terhadap statuta FIFA pasal 13 dan 17. PSSI dianggap mendapat campur tangan dari pihak luar, yaitu Menpora dan BOPI. FIFA memberi tenggat waktu 29 Mei 2015 untuk penyelesaian masalah tetapi tidak dapat diwujudkan dan dampaknya adalah sanksi dari FIFA.

Terkait dengan sanksi tersebut, Kurniawan Dwi Yulianto memiliki harapan. “Sebenarnya tidak kita harapkan hal ini tetapi kalau ternyata sudah terjadi, maka yang perlu dipikirkan adalah marilah sama-sama introspeksi,” ujar Kurniawan kepada SportSatu.

“Marilah sama-sama satukan niat kita untuk menjadikan sepak bola Indonesia lebih maju. Sepak bola yang benar-benar profesional, benar-benar bersih dari kepentingan. Jadi ke depannya, adik-adik dan anak-anak kita sungguh bisa menikmati hasilnya dan bisa membanggakan Indonesia di kancah dunia,” kata Kurniawan.

Indonesia bisa terbebas dari sanksi FIFA bila memenuhi empat poin yang telah ditetapkan. Poin-poin tersebut adalah PSSI yang terbebas dari campur tangan pihak luar, timnas yang kewenangannya dipegang PSSI, kompetisi di bawah PSSI, dan semua klub yang memiliki lisensi PSSI bisa bermain di kompetisi yang berada di bawah naungan PSSI. (Sport Satu)