Perekrutan Pemain Persis Solo Terganggu Penundaan Kompetisi

Peringatan Keras Pelatih untuk Pemain Persis Solo

Persis Solo akan meliburkan pemainnya untuk jangka waktu yang lama sampai ada kepastian digelarnya kompetisi. Persis tidak mau sia-sia dalam menggelar latihan.

”Untuk sementara memang libur sampai Selasa (28/4), kita melihat situasi. Tapi jika yang di atas (PT Liga Indonesia) belum ada kejelasan, akan kami liburkan lama, sampai ada kepastian,”tegas Direktur Olahraga dan Teknik Persis Solo, Totok Supriyanto, saat dihubungi via ponselnya, kemarin.

Seperti diketahui, laga Persis Solo kontra PSIS Semarang di Stadion Manahan Solo, yang sekaligus menjadi upacara pembukaan DU 2015, batal terlaksana karena tidak mendapat izin keramaian dari kepolisian.

Menurut Totok, jika digelar latihan, tentu ada program-program yang akan disiapkan untuk menyongsong kompetisi. Ada strategi-strategi yang akan disusun dan game-game untuk menjaga performa pemain sampai dengan kompetisi berlangsung.

“Kalau tidak ada target yang akan dicapai dalam latihan, podo wae?. Arep buat program fisik piye, arah yang dituju piye, tidak ada batasnya nanti, mending latihan sendiri-sendiri di rumah,”tandasnya.

Dia mengaku sudah mendapatkan surat pemberitahuan dari PT Liga Indonesia, yang ditujukan kepada tim-tim DU, terkait penundaan kompetisi. Penundaan dilakukan sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

Tidak hanya berimbas pada kacaunya program latihan, akibat kompetisi yang molor, juga membuat nasib pemain pelamar di Persis tidak ada kejelasan. Manajemen tidak mau buru-buru merekrut pemain karena justru nanti akan membebani keuangan tim jika kompetisi tidak segera berjalan.

”Mikir kompetisi jadi apa tidak saja kami pusing,”urai dia.

Persis memang kedatangan pelamar Herman Romansyah (gelandang) dan Gery Setia Adi Nugraha (striker). Dua pemain yang sama-sama asal Jawa Timur itu nasibnya terkatung-katung. Apalagi Herman sebenarnya sudah pernah diturunkan dalam uji coba terakhir kontra PS Mojokerto Putra.

”Kalau Herman, saya sudah lihat kualitasnya. Dia kurang mobilitas, harusnya seorang gelandang bisa membantu saat melakukan serangan dan membantu pertahanan jika gagal menyerang,” kata dia.

Sementara, untuk Gery, Totok mengaku belum melihat performanya secara penuh, karena belum pernah diturunkan dalam laga uji coba. Jika hanya game-game dengan sesama pemain satu tim, itu belum bisa menjadi patokan, untuk  mengetahui kualitas pemain seutuhnya. Dengan kekuatan yang ada saat ini tanpa dua pemain baru tersebut, pengaruhnya tidak terlalu signifikan.

”Riwayat di klub lama bagi saya tidak penting, saya belum melihat curriculum vitae-nya. Tapi yang penting performa di lapangan, meski Herman itu adik kandung dari Agus Indra,”pungkasnya. (Sindonews)