Djohar Arifin: PSSI Tak Mau Ribut dengan Pemerintah

Djohar Arifin

Kemenpora dipastikan mengirim surat teguran tertulis untuk kedua kalinya kepada PSSI. Djohar Arifin menyebut yang terjadi cuma kesalahpahaman dan akan memperbaiki hal itu secepatnya.

Hari ini tepat tujuh hari sejak Kemenpora mengirim surat teguran pada PSSI. Kemenpora memberikan teguran karena Arema dan Persebaya terbukti telah melakukan pelanggaran terhadap keputusan Ketua Umum BOPI tentang rekomendasi kompetisi ISL 2015. Sebagaimana diketahui, kedua klub asal Jawa Timur itu tetap menggelar pertandingan meski tak dapat rekomendasi BOPI.

PSSI pun dianggap telah terbukti melakukan pelanggaran terhadap BOPI karena mendorong klub yang tidak memperoleh rekomendasi untuk tetap melakukan pertandingan.

Karena sampai tujuh hari PSSI belum juga memberi respons atas surat teguran tersebut, Kemenpora melayangkan surat teguran kedua pada hari ini. Jika tidak juga merespons dalam kurun 24 jam akan datang surat teguran ketiga. Andai tetap membandel dengan kembali tidak memberi tanggapan, Kemenpora mengancam mencabut eksistensi organisasi PSSI.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, menyebut kalau organisasi yang dia pimpin punya itikad baik untuk menjalin hubungan dengan pemerintah.

“PSSI ingin berhubungan baik dengan FIFA, PSSI juga ingin berhubungan baik dengan pemerintah, tidak mungkin membangun sepakbola Indonesia tanpa dukungan dari pemerintah. Oleh karena itulah hubungan dengan pemerintah harus diperbaiki supaya kami bisa on ke depan,” kata Djohar, saat ditemui di Kantor PSSI, Rabu (15/4).

Djohar menyebut apa yang terjadi antara PSSI dengan Kemenpora dan BOPI saat ini cuma kesalahpahaman. Meski tidak menyebut dengan pasti dia mengatakan kalau PSSI, BOPI dan PT Liga perlu untuk kembali duduk bersama dan memperbaiki kondisi yang ada.

“Tidak ada untungnya ribut dengan pemerintah, justru kerugian yang kami dapat. Karena itulah kesalahpahaman ini perlu diatasi segera. Dengan BOPI dan liga pun perlu duduk bersama untuk menyatukan pandangan, apa saja yang perlu diperbaiki supaya kami tidak ada masalah untuk ke depannya,” tambah dia. (detiksport)