PSS Sleman Kalahkan Tuan Rumah PPSM Magelang 1-2

Rasmoyo

PPSM Sakti Magelang, terpaksa harus mengakui kekalahan kedua dilaga uji coba dikandangnya Stadion dr Moch Soebroto Kota Magelang Selasa (31/3). Sebelumnya, mereka dikalahkan PSIM 2-3. Kini mereka juga harus gigit jari saat dikalahkan PSS Sleman 1-2. Dua gol Laskar Elang Jawa, diciptakan Rasmoyo menit 63 dan Diego Bawono menit 73. Satu-satunya gol tuan rumah, diciptakan Delzy menit 39.

Pada awal babak pertama, tuan rumah sebenarnya mendominasi permainan. Bahkan diawal babak pertama ini, beberapa kali mereka mampu menciptakan peluang melalui kaki pemain seleksi Nico dan Nova Zaenal. Namun akibat penyelesaian akhir yang buruk, peluang gagal berbuah gol. Baru pada menit 39, berawal dari tendangan sudut, Delzy mampu membuat gol memanfaatkan kemelut yang terjadi didepan gawang PSS. Kedudukan 1-0 untuk tuan rumah, bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Jaya Hartono melakukan perubahan strategi dengan meminta anak asuhnya melakukan pressing ketat terhadap pemain tuan rumah. Di sisi lain, ia juga melakukan pergantian beberapa pemain. Perubahan yang dilakukan cukup membuat permainan anak asuhnya lebih berkembang. Bahkan mereka mampu menciptakan peluang diawal-awal babak kedua.

“Babak pertama, mental anak-anak drop. Entah apa yang terjadi. Nampak sekali mereka tertekan. Akibatnya, permainan tidak berkembang. Baru pada babak kedua, kami minta mereka melakukan pressing ketat terhadap pemain tuan rumah. Hasilnya, permainan tuan rumah yang justru tidak berkembang,” kata Jaya Hartono, usai laga.

Di babak kedua ini, kata Jaya, anak didiknya mulai menemukan bentuk permainan yang ia inginkan. “Mental anak-anak mulai naik, usai turun minum. Hasilnya, dua gol dapat kami ciptakan. Dua-duanya melalui proses yang bagus. Meski bermain dikandang lawan, ini hasil yang bagus,” pungkasnya.

Sementara Pelatih PPSM Sakti Magelang, Inyong Lolombulan mengaku kecewa dengan hasil laga kemarin. “Secara pemainan, sudah ada peningkatkan dibanding laga-laga sebelumnya. Bahkan banyak peluang yang dibuat anak-anak. Hanya kami kecewa dengan dua gol lawan, yang dua-duanya berawal dari bola mati. Proses ini sudah yang kesekian kali terjadi. Sebelum pertandingan, sebenarnya sudah kami antisipasi. Anak-anak kami minta konsentrasi lebih saat ada bola mati. Namun tetap terjadi. Saya benar-benar kecewa,” katanya. [KR Jogja]

loading...