Muhamad Fachril Baihaqi Ingin Cetak 10 Gol

Muhamad Fachril Baihaqi Ingin Cetak 10 Gol

Striker SSB Mandiri Selection Socceer School (M3S), Muhamad Fachril Baihaqi ingin cetak 10 gol di babak final tingkat nasional Aqua Danone Nations Cup(AQUADNC) 2015 yang akan digelar pada 6-7 Juni 2015 di Jakarta. Sebelumnya Fachril mencetak lima gol selama Final Regional Aqua Danone Nations Cup (AQUADNC) 2015 yang digelar di Stadion Ciracas, Jakarta Timur pada Sabtu (14/2/2015) dan Minggu (15/2/2015).

“Lima gol yang saya cetak itu adalah rekor di M3S. Saya ingin menambah catatan rekor dengan mencetak 10 gol di babak final nanti,” kata Fachril kepada Harian Super Ball, Rabu (11/3/2015).

Pemain setinggi 135 cm kelahiran 12 Maret 2003 itu akan mempersembahkan 10 gol itu untuk orangtuanya yang sangat mendukung karirnya di sepakbola. “Target 10 gol itu akan saya persembahkan kepada orangtua dan untuk M3S. Rekor itu akan terasa lengkap jika M3S menjadi juara. Jadi selain mengejar banyak gol, saya ingin membawa M3S menjadi juara di final tingkat nasional Aqua Danone Nations Cup 2015,” ujar Fachril.

Bocah kelas enam SD Parung 4, Kecamatan Parung, Bogor itu ingin terinspirasi dari striker Persija Jakarta, Bambang Pamungkas atau Bepe.”Saya ingin seperti Bepe yang selalu bisa mencetak gol di depan gawang lawan dengan tendangannya yang keras. Oleh karena itu, jika dewasa nanti saya ingin bisa main di Persija. Pasalnya Persija tim besar dan hebat,” tutur Fachril.

Fachril juga ingin seperi gelandang sayap asal Belanda, Arjen Robben yang memiliki kecepatan dan naluri mencetak gol yang tinggi. “Gaya permainan saya meniru Robben yang selalu main cepat. Saya akan memaksimalkan kaki kanan saya untuk mencetak banyak gol di partai final nanti,” jelas Fachril.

Untuk mengasah skill bermainnya, Fachril rajin berlatih di lapangan sepakbola dekat rumahnya di Kampung Pedurenan RT 3, RW 1, Kecamatan Gunung Sindur, Bogor.

“Tanpa ditemani bapak, saya selalu latihan setiap hari, mulai dari jogging, skill, sampai shooting yang diarahkan ke tiang gawan. Saya ingin menjadi penyerang dengan tendangan yang tepat ke sasaran. Saya rajin latihan karena ingin jadi pemain hebat dan bisa bergabung ke klub di Indonesia atau luar negeri,” ucap Fachril.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Suherman membuka usaha kecil-kecilan dengan menjual tanaman hias di rumahnya. “Untungnya sekarang perusahaan tempat saya dulu bekerja kembali menerima saya sebagai satpam. Saya sudah bisa bekerja, karena istri sudah bisa mengantar anak saya latihan dan bertanding. Sebelumnya waktu saya habis mendampingi Fachril,” jelas Suherman.

Menurut Suherman, talenta Fachril sudah terlihat sejak kecil. Bahkan Fachril sering diminta membela sejumlah SSB di beberapa kompetisi. “Sejak lima tahun bakat Fachril sudah terlihat. Dia sering main di lapangan di dekat rumah. Skillnya bagus, padahal saya tidak pernah ngajarin apa-apa. Bahkan Fachril yang ngajarrin sama nama-nama pemain sepakbola hebat di Eropa,” ucap Suherman.

Fachril pernah menjadi pemain terbaik di Kelme Cup 2012, Jakarta saat membela SSB Jakarta Internasionaal School.

Fachril berhasil mencetak 63 gol di Indonesia Junior Soccer League tahun 2013 saat membela SSB Rajawali Soccer Acadamy (Pamulang).

Dan terakhir Fachril berhasil mencetak lima gol di Final RegionalAqua Danone Nations Cup 2015 Jakarta saat bergabung SSBMandiri Selection Socceer School.

“Melihat bakatnya, saya langsung memasukan
Fachril ke SSB Permata Curug, Gunung Sindur, Bogor (2008). Sejak itulah, bakatnya dilirik beberapa SSB, seperti Villa 20000 dan SSB lainnya sampai berhasil mencetak prestasi,” tutur Suherman.

Sejak Maret 2014, Fachril bergabung dengan SSB Mandiri Selection Socceer School.”Saya masukan Fachril ke M3S, karena pengurusnya meminta bergabung. Di M3S, semua kebutuhan anak saya di sepakbola dicukupi. Jadi saya bersedia Fachril bergabung di M3S,” terang Suherman.

Suherman bangga dengan bakat anak sulungnya itu. Soal masa depannya di sepakbola dia tak terlalu menargetkannya. “Saya mendukungnya, agar Fachril punya kegiatan positip, sehingga terhindar dari pergaulan buruk zaman sekarang. Kalau masa depannya di sepakbola semua saya serahkan ke Fachril. Sebagai orangtua, saya hanya bisa mendukung. Mudah-mudahan Fachril makin maju dan cita-citanya menjadi pemain hebat di masa mendatang bisa tercapai,” papar Suherman. (Tribunnews)