Tiga Tim ISL Jawa Timur Sudah Tutup Dompet

Tiga Tim ISL Jawa Timur Sudah Tutup Dompet

Molornya kick off Indonesia Super League (ISL) 2015 memberi kesempatan para kontestan untuk menambah kekuatan. Sebab, hingga kini klub peserta masih diperbolehkan menambah atau mengurangi komposisi pemain. Namun tidak bagi mayoritas tim asal Jawa Timur.

Tiga dari empat tim ISL asal Jawa Timur mengaku sudah nyaman dengan kekuatan yang dimiliki. Artinya, kemungkinan untuk mengotak-atik komposisi yang ada sangat kecil. Mereka lebih memilih konsentrasi pada peningkatan kualitas teknik.

Satu yang masih penasaran adalah Persebaya Surabaya. Bajul Ijo masih menyeleksi pemain asing. Tiga tim lainnya sudah tutup pintu seperti Persela Lamongan, Arema Cronus, dan Persegres Gresik United. Khusus Persegres, masih ada pemain yang statusnya belum permanen yakni Herman Dzumafo Epandi.

Tapi secara umum, kekuatan Persegres sudah paten dan Herman Dzumafo tinggal menunggu teken kontrak. Pelatih Persegres Liestiadi mengungkapkan, konsentrasi timnya kini adalah perbaikan kualitas teknis, bukan lagi penambahan pemain.

“Saya rasa kekuatan Persegres sudah mencukupi. Jadi selama penundaan kompetisi ini tidak lagi memikirkan penambahan pemain. Ya kekuatan inilah yang akan bertanding di ISL nanti. Semua posisi relatif sudah tercukupi,” jelas Liestiadi, Kamis 26 Februari 2015.

Demikian pula dengan tim tetangganya, Persela Lamongan. Pemain yang sudah diperkenalkan ke publik beberapa waktu lalu dianggap mumpuni untuk bersaing di ISL 2015. Sebanyak 26 pemain sudah dikoleksi dan tidak lagi ada perubahan, kecuali kebutuhan yang sangat mendesak.

“Sejauh kondisi pemain baik-baik saja, tidak ada rencana perubahan lagi. Pelatih lebih konsentrasi pada aspek kinerja tim dan tidak ada rencana menambah atau mengurangi pemain. Sebulan ke depan akan murni menangani aspek teknis,” urai Didik Ludiyanto, Asisten Pelatih Persela Lamongan.

Pemain terakhir yang tandatangan kontrak di Laskar Joko Tingkir adalah Akbar Rasyid. Dia melengkapi skuad tim yang total berisikan 26 pemain, dengan tiga pemain asing yakni David Pagbe, Balsa Bozovic, dan Pedro Javier.

Beralih ke Malang, rumor yang menyebutkan sejumlah pemain Arema Cronus diminati tim lain, dipastikan tak berkembang menjadi kenyataan. Manajemen Arema menegaskan, tidak ada pemain yang dilepas, ketika kekuatan tim sudah dianggap ideal.

“Skuad Arema Cronus sudah jadi. Tidak akan ada perubahan, apalagi melepas pemain. Sebenarnya kekuatan Arema sudah siap menjalani ISL akhir Februari ini atau sebelum ada penundaan. Jadi kami sudah yakin komposisi yang ada sekarang sudah sangat pas,” sebut General Manager Arema Cronus Ruddy Widodo.

Sama seperti Persela dan Persegres, tim berjuluk Singo Edan konsen pada stabilitas performa agar tidak kelewat drop karena penundaan kompetisi. (Okezone)