PSIS Semarang Belum Terpikat Striker Papua

PSIS Semarang Jajal Kekuatan Persija Jakarta 7 Februari 2015

Striker muda asal Papua belum memikat pelatih PSIS Semarang M Dofir untuk proyeksi Divisi Utama Liga Indonesia musim 2015. Marthen Simon, eks pemain Persidafon Dafonsoro dan Persipura U-21 yang mengikuti seleksi di PSIS Semarang sejak Rabu (25/2) sore dan Kamis (26/2) pagi, belum memikat hati Pelatih M Dofir.

Kebugaran tubuh dari pemain muda tersebut levelnya masih jauh dibandingkan dengan Fauzan Fajri dkk. Namun dia masih akan diberi kesempatan saat Mahesa Jenar menjalani uji coba dengan PSIR Rembang pada Minggu (1/3) mendatang. “Saya harap Simon bisa dibawa ke Rembang,” kata M Dofir, Kamis (26/2).

PSIS memang membutuhkan tambahan striker, karena melihat produktivitas gol di barisan depan masih minim. Beberapa gol yang dihasilkan dalam tiga uji coba dengan tim selevel, semuanya dikoleksi oleh pemain tengah dan hasil tendangan penalti. Apalagi, saat ini baru memiliki dua penggawa yakni Noor Hadi dan Hari Nur Yulianto.

Musim lalu, tim yang berhome base di Stadion Jatidiri ini memiliki tiga bomber, satu di antaranya pemain asing Julio Alcorse. Meski salah satu striker musim lalu yakni Saptono selalu dicadangkan, namun duet Hari Nur dengan Alcorse, maupun saat dipasang sebagai striker tunggal, bisa mengangkat performa tim.

Dofir menuturkan, dari latihan di Jatidiri, kondisi fisik Simon masih kalah dibandingkan dengan pemain lainnya. Kecepatannya masih tertinggal. Dia menduga ini karena faktor kurang latihan.

”Kalau dari skill lumayan. Saya akan lihat dalam beberapa hari nanti, dan tidak bisa harus menungu sampai kapan, yang jelas akan dilihat dulu saat uji coba,” ucapnya.

Menurut dia, Marthen bisa bermain sebagai penyerang, ataupun striker lubang. Hal ini bisa diterapkan dengan formasi pakem PSIS, 4-2-3-1, sebagai penyerang tunggal, atau formasi baru dengan skema 4-4-2. ”Mudah-mudahan semakin hari semakin meningkat performanya,”ujarnya.

Manajer PSIS Adi Saputro menyerahkan sepenuhnya penilaian pemain dari pelatih. Jika memang layak untuk masuk tim, tentu akan direkomendasi ke manajemen untuk diikat kontrak. Kendati berpengalaman, belum ada jaminan bisa bergabung seperti beberapa pemain senior Chanif Muhajirin, asal Jepara yang gagal menghuni Mahesa Jenar musim depan, karena belum bisa mengimbangi pemain PSIS lainnya.

”Pemain harus berkualitas, baik dari skill maupun fisik, karena persaingan musim depan semakin ketat. Sementara baru satu yang ikut seleksi, kami perlahan-lahan cari tambahan pemain karena kompetisi juga belum jelas kapan diputar,” ujar dia. (Sindonews)