Persijap Jepara Krisis, Pelatih dan Pemain Eksodus

Persijap Jepara

Krisis keuangan akut yang melanda Persijap Jepara menjelang kompetisi Liga Indonesia Divisi Utama musim 2015 membuat pelatih dan pemain eksodus. Bahkan, sudah ada pemain Laskar Kalinyamat yang pergi sebelum saham tim diserahkan kepada tiga kelompok suporter dan klub sepak bola di Kota Ukir.

Dua pemain yang sudah hengkang adalah Ahmad Mahrus Bahtiar dan Aris Alfiansyah. Beong, panggilan akrab Ahmad Mahrus sudah dipinang Cilegon United. Adapun Aris Alfiansah atau yang biasa dipanggil Sincan sudah merapat ke PSS Sleman.

Kini, sejumlah pemain lainnya sudah bersiap untuk meninggalkan Jepara. Kepastian hengkangnya dua pemain Persijap disampaikan oleh mantan CEO Mohamad Said Basalamah. Dia menyebut Ahmad Mahrus dan Aris sudah sudah memiliki klub lain.

”Sebelum masa transisi, saya sudah memberikan surat kesediaan klub untuk melepasnya,”katanya, saat dihubungi.

Mohamad mengaku tidak mengetahui nasib pemain lainnya. Pihaknya sudah tidak aktif lagi di Persijap setelah menyerahkan saham kepada kelompok suporter Banaspati sebesar 20 %, Jetman (20%) dan Curva (20 %), adapun sisanya kepada klub lokal Jepara.

”Pemain lainnya menunggu manajemen yang baru. Pelatih (Nikola Ilievski) sudah mengundurkan diri. Secara legalitas, saya masih menunggu CEO yang baru untuk serah terima karena sampai hari ini belum ada,”terangnya.

Informasi yang dihimpun, salah satu gelandang Persijap yang musim lalu berkostum Persis Solo yakni M Wahyu, sudah melakukan penjajakan kepada PSIS Semarang. Dia menyatakan ingin keluar dari Persijap, setelah tidak ada kepastian untuk berlaga di Divisi Utama musim depan.

Persijap memang mengalami masalah keuangan akut, setelah batal menggaet pihak ketiga yang bernama Jalal Jalil asal Kudus, tim ini makin terpuruk. Pembicaraan antara manajemen dengan perwakilan, pengusaha yang juga mantan pemain Persiku Kudus itu tidak menemui kata sepakat, terkait dengan pemberian penyertaan modal.

Dari investor sebenarnya siap mengucurkan dana Rp1 miliar, namun saat manajemen diminta juga mentransfer uang secara bersamaan tidak mampu. Sehingga pihak ketiga ogah melanjutkan kerja sama.

Menurut dia, beberapa elemen suporter Persijap sudah siap membantu dengan mencarikan manajemen baru. Pihaknya sangat mengapresiasi suporter yang peduli terhadap nasib Persijap musim depan. ”Banyak teman-teman suporter yang aktif dan mau peduli kepada tim,”ucapnya. (Sindonews)