ISL Ditunda, Sriwijaya: Menpora dan BOPI Tanggung Kerugian

Dodi Reza Alex

Kubu Sriwijaya FC menyesalkan penundaan kick-off Liga Super Indonesia hingga April mendatang. Sriwijaya mengklaim penundaan LSI bakal membuat kerugian semakin besar karena mereka telah melakukan persiapan sejak akhir tahun lalu.

Menurut Presiden Sriwijaya, Dodi Reza Alex, Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Badan Olahraga Profesional Indonesia seharusnya menanggung kerugian yang diderita klub. Dodi mengatakan, kerugian klub ditaksir mencapai miliaran setiap bulan akibat penundaan itu. “Sekarang apa mau Menpora dan BOPI menanggung pengeluaran klub atas penundaan itu?” kata Dodi, Selasa, 24 Februari 2015.

Dodi mengatakan, pembuatan kontrak kerja untuk pemain Sriwijaya rata-rata dilakukan pada Desember 2014 hingga Februari 2015. Jika LSI baru dilaksanakan pada April, kata Dodi, manajemen harus memperbaiki kontrak kerja. “Nanti kompetisi belum selesai tetapi kontrak mereka habis dan manajemen harus menambah,” kata Dodi yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPR RI.

Menurut Dodi, klub hanya ingin menjalani kompetisi. Penundaan yang panjang hanya akan berdampak buruk bagi tim dan penonton. Dodi meminta agar penundaan kompetisi jangan sampai berlarut-larut. “Apa yang kami lakukan terkesan sia-sia,” ujar dia.

Sekretaris Sriwijaya, Achmad Haris, mengatakan mereka harus menanggung kerugian hingga Rp 1,5 miliar setiap bulan. Penundaan LSI selama dua bulan terakhir membuat Sriwijaya menanggung biaya Rp 3 miliar. “Kami diharuskan memperpanjang kontrak pemain hingga dua bulan lagi.”

BOPI sebelumnya bersikukuh hanya mengeluarkan rekomendasi kompetisi jika semua syarat dipenuhi oleh klub ISL. Menpora Imam Nahrawi lantas memutuskan menunda LSI hingga 4 Maret 2015. Namun, BOPI akhirnya setuju ISL digelar mulai 4 April 2015. Persetujuan itu diberikan setelah BOPI dan pengelola LSI, PT Liga Indonesia, berdiskusi di DPR, Senin malam, 23 Februari 2015.

Pelatih Sriwijaya, Benny Dollo, optimistis kebugaran para pemain tidak terganggu dengan penundaan kompetisi. Benny juga meminta manajemen klub mencarikan lawan sepadan sebagai uji coba di masa penundaan kompetisi. “Hari ini juga kami sudah siap berkompetisi,” tuturnya.

Benny memastikan para pemain tidak akan berhenti berlatih di masa kekosongan kompetisi resmi. Padahal program latihan dan uji coba sudah usai pekan lalu. Benny dan para pemain Sriwijaya saat ini rutin berlatih di Stadion Gelora Sriwijaya. “Program pramusim sebenarnya sudah habis dan kami seharusnya sekarang sudah main,” kata dia. (Tempo)