Masih Ada Tim ISL yang Belum Lengkapi Aspek Legalitas Badan Usahanya

Logo ISL

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) terus melakukan verifikasi untuk penyelenggaraan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015. Disebutkan masih ada tim yang belum melengkapi aspek legalitas badan usahanya.

“Kami menemukan ada beberapa klub yang belum menyertakan dokumen pengesahan akta pendiriannya oleh Kemenkumham. Padahal kita tahu, setiap badan usaha baru dianggap legal jika sudah disahkan oleh Kemenkumham,” demikian diungkapkan Sekjen BOPI, Heru Nugroho, kepada detiksport, Selasa (10/2/2015) malam.

Saat ditanya klub-klub mana saja yang dimaksudkan, Heru menyebut di antaranya Persebaya, Arema, dan Pelita Bandung Raya.

“Kami sudah sampaikan hal ini ke PT Liga, agar klub-klub tersebut segera melengkapi berkas-berkasnya. Saya intens berkomunikasi dengan Pak Joko Driyono (CEO PT Liga), apa-apa saja yang masih kurang dan perlu dilengkapi,” imbuh Heru.

BOPI sejak awal menegaskan akan melakukan verifikasi ketat sebelum mengeluarkan rekomendasi untuk ISL 2015. Ada sedikitnya 5 (lima) aspek yang diverifikasi, yang semuanya mengacu pada standar AFC. Kelima aspek itu adalah manajemen, keuangan, pemain/pembina, pembinaan usia muda, dan kegiatan sosial (CSR).

Masing-masing aspek memiliki parameter yang harus dilengkapi dengan dokumen-dokumen terkait. Soal pemain misalnya, setiap klub wajib menyertakan mulai dari akta kelahiran, surat keterangan sehat dan tak punya penyakit berbahaya, surat keterangan bebas narkoba, sampai kontrak kerja yang profesional.

Pemain asing yang didaftarkan juga harus memiliki antara lain izin kerja dari Kementerian Tenaga Kerja, izin tinggal dari Ditjen Imigrasi, izin tertulis dari federasi negara asal, dan kontrak kerja yang profesional.

Di aspek keuangan, parameter yang diverifikasi oleh BOPI di antaranya laporan keuangan tahun terakkhir, laporan pembayaran pajak, kontrak fasilitas kompetisi (stadion), dan surat pernyataan lunas tunggakkan gaji.

“Intinya adalah, liga profesional ya harus diikuti oleh tim-tim yang profesional dan legal,” tukas Heru.

“Kami tidak akan memberi toleransi kalau klub tidak sanggup memenuhi semua persyaratan, karena spirit profesionalitas harus ditegakkan. Jadi, misal dari 18, hanya 14 yang lolos, ya mereka saja yang kami rekomendasikan,” simpulnya. (Detiksport)