Masa Kerja Tim Sembilan Bisa Diperpanjang

Ini Alasan Tim Sembilan Batal Temui PSSI

Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S Dewa Broto menegaskan masa kerja Tim Sembilan bisa diperpanjang hingga masa waktu tertentu. Jika masa tiga bulan yang ditetapkan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi dirasa tidak cukup, maka akan diperpanjang sesuai dinamika yang berkembang.

Menpora Imam Nahrawi membentuk Tim Sembilan untuk mengurus kisruh sepak bola nasional dengan masa kerja selama tiga bulan sejak diumumkan pada 2 Januari lalu. Menpora Imam mengesahkan nama untuk mengisi Tim Sembilan yakni Imam B. Prasojo (Sosiolog), Budiarto Shambazy (wartawan) yang kemudian diganti oleh Natalia Soebagjo (Ketua Dewan Transparansi Internasional Indonesia) serta Ricky Yakobi (mantan pemain Tim Nasional).

Selain itu, Nur Hasan (akademisi), Joko Susilo (mantan Dubes RI untuk Swiss), Yunus Husein (mantan kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), Eko Ciptadi (mantan Deputi Pencegahan Komite Pemberantasan Korupsi), Komjen. Pol. (Purn.) Oegroseno (mantan Wakapolri) serta Gatot S Dewa Broto (Menpora) juga masuk Tim Sembilan.

Beberapa hari setelah diumumkan, Tim Sembilan Menpora menemui dugaan pelanggaran dalam sistem kompetisi sepak bola tanah air. Pelanggaran tersebut adalah Kecurangan yang dilakukan dalam penebitan perizinan terkait penyelenggaraan kompetisi sepak bola, termasuk legalitas pemain asing.

PSSI selaku induk sepak bola nasional akhirnya membentuk Tim Ad Hoc Sinergis. Tim tersebut berisi 12 nama yang unsurnya hampir sama dengan Tim Sembilan Menpora namun memiliki masa kerja 12 bulan.

Pada 24 Januari lalu, pihak Menpora dan PSSI sebenarnya sudah sepakat bertemu untuk membahas sepak bola. Namun tanpa sebab yang jelas, pertemuan dua lembaga yang selalu dianggap berbenturan itu batal.

Saat dikonfirmasi agenda pertemuan selanjutnya, Gatot mengatakan jika Rabu (28/1/2015) nanti pihaknya bakal kembali bertemu PSSI. “Ya nanti Rabu ketemu lagi,” sambung Gatot. (Sindonews)