Skuad PSIS Semarang Belum Jaminan Aman

PSIS Semarang

PSIS Semarang tidak memberikan jaminan kepada skuad yang sementara bergabung bisa melewati fase aman hingga kickoff kompetisi Divisi Utama musim 2015. Bisa jadi, dalam perkembangannya sebelum kompetisi dimulai ada pencoretan kepada pemain yang dinilai tidak mampu berkembang.

Atas dasar itu, pemain yang berstatus kontrak dituntut untuk meningkatkan performanya jika tidak ingin tereliminasi. Pencoretan dilakukan terhadap dua pemain musim lalu, yakni Iwan H.W. dan Ferinanda karena tidak ada perkembangan yang signifikan.

Sebenarnya keduanya akan dipertahankan karena putra daerah. Akan tetapi, mengingat kebutuhan tim yang sudah tidak bisa ditawar, memaksa manajemen akhirnya mendepaknya meski belum sempat mencicipi atmosfer kompetisi.
Musim ini, kebijakan tersebut dipertahankan agar ada persaingan sehat untuk menjadi pemain inti. ”Pemain memang belum benar-benar aman. Akan ada evaluasi dari coach Dofir, makanya visi dan kepentingannya harus sesuai dengan PSIS,”kata General Manager PSIS Kairul Anwar.

Sebanyak 18 pemain yang telah berstatus kontrak kini kondisi fisiknya terus diasah pada pagi hari. Sorenya, mereka giliran mendapatkan menu latihan teknik dan session games. Pemain yang berstatus kontrak dan pemain magang akan dikelompokkan menjadi dua tim, yakni skuad yang diproyeksi menjadi pemain inti dan lawannya adalah pelapis. Teknik diarahkan kepada formasi yang akan dibuat. Diharapkan dalam prakompetisi skuad sudah siap tempur.

Pelatih PSIS M Dofir mengaku, masih mencoba-coba posisi permainan dan penempatan posisi pemain. Para pemain masih perlu lebih meningkatkan komunikasi. Karena belum saling mengenal, para pemain terlihat canggung dalam meminta bola kepada rekannya.

”Sebenarnya dari organisasi permainan bagus, transisi dari menyerang ke bertahan juga bagus, tapi di sini tidak ada komunikasi sehingga ada  jarak antarpemain. Kalau antarpemain tidak kenal, nanti akan saya suruh push up,”tandas Dofir.

Menurutnya, setiap pemain yang sudah berstatus kontrak, akan dievaluasi performanya secara berkala. Evaluasi tidak hanya melibatkan tim pelatih, namun juga dari jajaran manajemen, yang juga ikut memantau kualitas permainan.

”Pemain yang dikontrak jangan rumangsane bisa aman, tidak seperti itu ada evaluasi. Karena sudah menjadi bagian dari PSIS, performanya harus terus meningkat dan ada perkembangan yang signifikan,”bebernya.