Lawan PSGC, Pelatih Persib Berharap “Kekalahan”

Pelatih Persib

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman mengharapkan “kekalahan” dari klub Divisi Utama Liga Indonesia, PSGC Ciamis dalam laga uji coba di Stadion Galuh, Kabupaten Ciamis, Sabtu sore, 24 Januari 2015.

Djanur punya alasan kenapa dirinya mengharapkan Maung Bandung menderita kekalahan dalam uji coba kali ini. Selain kualitas PSGC yang dinilainya mumpuni, dia menginginkan anak asuhnya mendapatkan pelajaran agar bisa meningkatkan motivasi dan kolektivitas permainan.

Sejauh ini, Persib meraih rekor sempurna selama melakoni pertandingan uji coba. Total Maung Bandung sudah menjalani tujuh laga pra-musim dan seluruhnya sukses dimenangkan dengan total menggelontorkan 20 gol dan baru kemasukan 2 gol.

“Terkadang dalam sepakbola, kekalahan diperlukan agar kita bisa mengevaluasi diri menjadi lebih baik, termasuk dalam menumbuhkan mental yang lebih kuat. Justru kalau menang terus kita jadi sulit melihat kekurangan sendiri. Tapi kita juga tak perlu takut dengan kekalahan karena dalam sepakbola menang dan kalah itu biasa,” ungkap Djanur.

Namun, Djanur menegaskan bukan berarti Persib akan mengalah kepada PSGC. Menurut dia pemain harus membuktikan mereka bisa tetap tampil tangguh dan keluar dari tekanan lawan.

“PSGC sering menghadapi kita. Jadi mereka punya pengalaman dan rekor bagus setiap menghadapi kami. Saya yakin PSGC akan memberikan perlawanan dan itu jadi tantangan buat pemain,” kata Djanur.

Menghadapi semifinal Divisi Utama Ligina, Persib dipastikan masih harus kehilangan M. Ridwan ditambah dua kipernya, Shahar Ginanjar dan I Made Wirawan yang mengalami cedera engkel kaki kiri ketika menjadi latihan di Stadion Galuh, Jumat, 23 Januari 2015.

Menanggapi tantangan Djanur, Pelatih PSGC Heri Rafni Kotari tak bereaksi berlebihan. Dia menanggapinya pertandingan uji coba melawan Persib dengan biasa.

“Pertandingan ini akan kami manfaatkan untuk melihat permainan dari sejumlah pemain yang baru kami rekrut. Kita tak ada persiapan khusus. Tapi beban sepertinya ada di Persib,” ungkap Heri.

Selain itu, laga kontra Maung Bandung pun dijadikan sebagai pertandingan perpisahan kepada dua legiun asing mereka Morris Power (Liberia) dan Emile Linkers (Belanda) yang dipastikan tidak bisa lagi membela PSGC karena musim depan PSSI menetapkan aturan tanpa pemain asing di level Divisi Utama. (Vivabola)