Balsa, Ekspektasi Baru Di Surajaya

Balsa, Ekspektasi Baru Di Surajaya

Persela Lamongan sudah mengamankan tandatangan tiga pemain impor, yakni David Pagbe, Pedro Javier dan Balsa Bozovic. Dari ketiga nama itu, Balsa Bozovic menjadi nama yang diprediksi kuat bakal menjadi bintang anyar di Stadion Surajaya, Lamongan.

Beda dengan David Pagbe dan Pedro Javier yang sudah bertahun-tahun mencari nafkah di Indonesia, Balsa adalah rekrutmen yang benar-benar fresh. Dia datang dari negaranya Montenegro awal Januari lalu dan langsung ke Lamongan mengikuti seleksi.
Untuk urusan mendatangkan pemain asing spesialis midfielder, Persela salah satu masternya. Stadion Surajaya pernah memiliki playmaker Gustavo Lopez, juga menyulap Serdjan Lopicic menjadi salah satu gelandang yang diperhitungkan walau sebelumnya hanya bermain di Divisi Utama.

Ketika LA Mania belum kelar mengidolai dua pemain tersebut, kini datang Balsa Bozovic. Melihat gelagat yang ditunjukkannya di fase grup turnamen SCM Cup 2015, Balsa menyimpan potensi yang sangat menjanjikan. Secara umum kualitasnya sangat layak untuk Indonesia Super League (ISL).

Balsa adalah pemain dengan visi permainan sangat baik, dua kakinya bekerja optimal, serta memiliki stamina bagus. Nilai plus lainnya adalah bisa berfungsi sebagai eksekutor dan usianya masih belum sampai 28 tahun. Usia emas bagi pemain asing di Indonesia.

Asisten Pelatih Persela Didik Ludiyanto senang bisa mendapatkan pemain dengan kualitas seperti Balsa. “Tim lain banyak yang kesulitan mencari gelandang fresh atau belum pernah bermain di Indonesia. Kami dapat satu langsung sesuai kriteria,” sebut Didik.

Secara kualitas, Didik mengakui Balsa memiliki kemampuan spesial yang sangat dibutuhkan Persela. “Kemampuannya jelas di atas rata-rata pemain asing. Satu lagi yang menyenangkan adalah dia cepat beradaptasi dengan gaya sepak bola di Indonesia,” tambahnya.

Itu terlihat ketika Balsa dimainkan dalam tiga laga Grup B SCM Cup 2015. Selalu diturunkan sebagai starter, pemain yang pernah bermain di kualifikasi Liga Champion Eropa dan Europa League ini seakan sudah lama bermain di Indonesia. Dia tidak canggung atau gugup.

Balsa kembali bakal ditunggu performanya ketika Persela menghadapi Sriwijaya FC di semifinal SCM Cup 2015, Minggu (25/1). Konsep permainan bertahan Persela akan memberikan tugas spesial pada pemain berpostur 179 ini, yakni sebagai distributor bola serta pelontar umpan saat serangan balik.

Skill individu serta ketahanan fisik yang mapan, bisa membuat dia tak hanya berada di tengah. Tapi juga merangsek ke kotak enambelas lawan dan mencetak gol, seperti yang dilakukannya saat menjebol jala Arema Cronus lalu.

Comments are closed.