Seto Nurdiantoro Berhak Coret Pemain Perkumpulan PSIM

Seto Nurdiantoro

Manajemen PSIM Yogyakarta belum berani menetapkan kuota pemain dari 27 perkumpulan yang akan dipromosikan masuk tim. Namun, pelatih PSIM Yogyakarta Seto Nurdiyantoro memiliki hak untuk mencoret pemain dalam seleksi yang dimulai hari ini, Jumat (23/1) di Stadion Mandalakrida.

“Belum semua hadir. Tapi untuk memudahkan, harapannya tetap langsung ada yang di coret,” tandas Manajer PSIM Agung Damar Kusumandaru.

Jika seluruh perkumpulan menyodorkan pemain, maka setidaknya ada 54 pemain terbaik dari perkumpulan yang harus dipilih pelatih PSIM Seto Nurdiyanto. Dari jumlah tersebut Agung Damar menyebut, pemain yang memiliki kemampuan sesuai yang akan dipilih untuk mengikuti proses seleksi selanjutnya.

Dengan langkah tersebutlah manajemen tidak bisa memastikan berapakah pemain dari perkumpulan yang akan dikontrak memperkuat Laskar Mataram. “Yang diambil berapa, kita lihat dulu kemampuannya,” tambah Agung Damar.

Disinggung mengenai keberadaan pemain dari luar Yogyakarta, Agung Damar menyebut, dilakukan secara terbuka. Direncanakan, manajemen akan mengundang pemain sebanyak-banyaknya sesuai dengan kebutuhan dari pelatih.

Dengan semakin banyak pemain di posisi yang dibutuhkan pelatih, Agung menilai akan semakin mudah melakukan pemilihan sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan. Hanya saja mengingat kompetisi Divisi Utama 2015 yang sangat ketat, untuk pemain yang menjadi incaran ini ditetapkan minimal pernah main di Divisi Utama.

“Kalau dari Liga Nusantara atau di bawah divisi utama, ya mending kita ambil dari perkumpulan saja bisa membantu pembinaan,” tegasnya.

Seto Nurdiyantoro mengaku optimistis bisa melakukan pemilihan pemain dari perkumpulan dalam waktu singkat. Dengan kuota setiap perkumpulan dua pemain, pemegang lisensi B AFC tersebut menyebutkan butuh waktu dua hingga tiga hari untuk melakukan seleksi. “Harapannya, semua adalah pemain terbaik dari perkumpulan dan usianya muda,” tandasnya. (Sindonews)