Bertemu Arema, Persebaya Tonjolkan Semangat Kolektif

Persebaya Surabaya

Persebaya Surabaya tidak punya waktu banyak untuk beristirahat. Usai dapat menahan imbang Sriwijaya FC yang berakhir imbang 1-1, mereka sudah ditunggu Arema Cronus di semifinal turnamen pramusim Indonesia Super League (ISL) 2015.

Walau mengaku laga empat besar nanti akan sulit. Namun juru taktik Persebaya, Ibnu Grahan yakin akan memanfaatkan permainan kolektif tim ketimbang akselerasi individu pemain sepanjang 90 menit.

“Kita tahu permainan Arema cenderung ke individu, mereka memiliki pemain berkualitas. Tapi Kami juga harus menghadapi rival dengan pol permainan tim, bukan individu,” kata Pelatih Persebaya Surabaya, Ibnu Grahan di Gor Agus Salim Padang, Rabu (21/1/2015).

Ibnu mengakui pemainnya sangat lelah, dampak kurang jam istirahat, waktu satu hari tidak cukup untuk me-recovery fisik pemain. “Nanti sebelum menghadapi Arema, kita ada waktu dua hari istirahat nanti kita manfaatkan waktu itu untuk me-recovery fisik pemain,” kata Ibnu.

Untuk menghadapi ISL, bagi Ibnu selain pola permainan tim, nantinya ia ingin tim bermain sportif. Sementara, posisi pemain asing saat melawan Sriwijaya FC, Roberto Alvis dan David Balla selama pertandingan ini sudah ada peningkatan dibanding pertandingan sebelumnya.

“Hanya David Balla masih kurang eksekusi gol ke gawang lawan, nanti kita akan evaluasi lagi,” tandasnya. (Okezone)