PT Liga Verifikasi Keuangan Persebaya dan Persija

PT Liga Verifikasi Keuangan Persebaya dan Persija

PT Liga Indonesia sudah mulai melakukan verifikasi lanjutan terhadap kondisi keuangan enam klub yang diminta untuk dibenahi. Dari enam tim baru empat yang sudah menyetorkan kondisi keuangan dan postur anggaran menghadapi musim kompetisi Liga Super Indonesia 2015.

Empat klub yang sudah menyerahkan berkas laporan adalah Arema Cronus, PSM Makassar, Gresik United, dan Persebaya Surabaya. Sedangkan Persija Jakarta baru menyerahkan laporan pada Jumat sore, 16 Januari 2015, namun belum dilakukan pemeriksaan.

“Tinggal Pelita Bandung Raya yang belum menyerahkan. Kami tunggu hingga Senin pekan depan,” kata Tigor Shalom Boboy ketika berkunjung ke kantor Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, Jakarta.

Ihwal laporan Persebaya yang datang menyusul setelah Arema, PSM, dan Gresik, Tigor mengatakan
persoalan yang melanda tim berjuluk Bajul Ijo itu adalah tunggakan gaji pemain. Secara detail Persebaya tidak menyebutkan total nominal tunggakan. Mereka, kata Tigor, mengatakan belum membayar gaji pemain selama tiga bulan.

Tunggakan terhadap gaji pemain juga membekap PSM Makassar. PT Liga mendapatkan laporan kalau PSM belum melunasi kewajibannya terhadap pemain sebesar Rp 3,5 miliar. Namun mereka mengklaim sudah melunasinya pada Desember lalu. “Ini yang sedang kami verifikasi lagi dari PSM karena belum ada laporan lagi,” ucap Tigor.

Sementara untuk Persija Jakarta, menurut Tigor, PT Liga akan menyoroti masalah pembiayaan klub menghadapi musim 2015. Persoalan utang gaji pemain yang sempat menghinggapi tim Macan Kemayoran dinilai PT Liga sudah tidak ada.

Sebelumnya, Chief Executive Officer PT Liga Indonesia Joko Driyono mewanti-wanti enam klub yang masih dalam pengawasan ini jika gagal membenahi rencana keuangannya. PT Liga tidak segan untuk memberikan sanksi kepada klub jika persoalan utang gaji terhadap pemain tidak bisa diselesaikan. Sanksi tersebut meliputi larangan memakai pemain asing hingga yang paling berat tidak mengikuti kompetisi LSI 2015. “Kami tidak mau ada beban utang bertambah setiap tahun,” kata Joko.

Sementara itu, Arema Cronus yang sudah menyerahkan berkas laporan mengajukan anggaran sebesar Rp 66 miliar. Namun pembiayaan tersebut dinilai PT Liga terlalu besar. Menurut CEO Arema Iwan Budianto Rencana Anggaran Belanja Rp 66 miliar itu sebenarnya bukan hanya untuk tim senior saja, tetapi juga dipergunakan untuk seluruh kebutuhan tim. Kebutuhan itu meliputi tim Arema senior, Arema U-21 serta Akademi Arema dan pendukung lainnya. (Tempo)