Tim Sembilan Segera Panggil PSSI

Gatot S Dewa Broto
Tim Sembilan segera mengundang PSSI untuk memaparkan posisi dan transparansi tim bentukan pemerintah itu. Tim itu berharap mendapat respons positif dari PSSI, karena maksud pembentukan tim itu untuk memecahkan masalah, bukan menciptakan konflik.

Deputi V Kemenpora Bidang Harmonisasi dan Kemitraan yang juga anggota Tim Sembilan Gatot S Dewa Broto menyatakan, paling cepat pekan depan mereka sudah bertemu perwakilan PSSI. Dalam konferensi pers di Media Center Kemenpora, Jakarta, Rabu (7/1/2015), Gatot menjelaskan Tim Sembilan harus kerja cepat untuk menemukan solusi pengembangan sepak bola nasional.

“Tim Sembilan akan mengundang PSSI bukan atas nama Kemenpora. Kami patut menjelaskan posisi dan transparansinya. Apabila ada tanggapan baik dari PSSI, kelak kami menjelaskan kepada publik dengan baik dan objektif,” kata Gatot seperti dilansir laman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora.go.id).

Menurut Gatot, terbatasnya waktu membuat Tim Sebilan kerja maraton dan bergerak cepat. Apalagi, Tim Sembilan ditinggal satu personelnya, Budiarto Shambazy, dan belum mendapat penggantinya. Berdasarkan agenda acara, pada bulan Februari merupakan waktu bagi Tim Sembilan melakukan analisa setelah berkomunikasi dengan berbagai pihak.

Sedangkan pekan pertama hingga ketiga Maret digunakan untuk finalisasi merumuskan rancangan dan kebijakan yang akan dilaporkan kepada Menpora, dan menjadi materi yang akan disampaikan kepada PSSI.

Tak hanya PSSI yang diundang Tim Sembilan. Seluruh pemangku kepentingan terkait sepak bola nasional akan diundang diskusi, termasuk KONI dan KOI, bahkan Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI. Pada Rabu, Tim Sembilan sudah melakukan dengar pendapat dengan Ketua KONI Tono Suratman, Ketua KOI Rita Subowo, serta dua perwakilan Komisi Informasi Publik (KIP) Yhannu Setyawan dan Jhon Fresly.

“Kami undang beberapa pihak terkait persepakbolaan nasional. Bukan menciptakan konflik, tapi mencari solusi. Di Tim Sembilan ada pakta integritas yang hanya fokus pada sepak bola,” ungkap Gatot. (Sindonews)